Pendidikan

Rizky Aulia Hasyim, Driver Grab Perempuan Lulus dari UII dengan Predikat Cumlaude

Rizky Aulia Hasyim, Driver Grab Perempuan Lulus dari UII dengan Predikat Cumlaude Rizky Aulia Hasyim bersama ayahnya usai menjalani wisuda di Kampus UII beberapa waktu lalu. (FOTO: Istimewa/TIMES Indonesia)
Rabu, 10 Juli 2019 - 16:53

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Rasa haru dan bangga bercampur menjadi satu ketika Rizky Aulia Hasyim mendapatkan informasi bahwa dirinya lulus menyandang predikat cumlaude. Rizky, begitu akrab disapa, tak kuasa membendung syukur karena bisa lulus dengan prestasi yang mengharumkan dirinya dan keluarga dari kampus ternama Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.

Rizky adalah seorang mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam UII yang bekerja sambilan sebagai mitra pengemudi Grab. Dia terus berjuang mengarungi rintangan demi mencapai cita-cita yang akhirnya sudah lama ia impikan.

Pada 29 Juni 2019 lalu, Rizky baru saja menjalani wisuda. Saat momen berharga tersebut, dia mencuri perhatian khalayak dengan mengenakan toga unik yang berbeda dari toga teman-teman seangkatannya, yakni toga dengan selempang hijau bertuliskan “Grab”.

Rizky mengungkapkan, selempang kesuksesan yang dia buat sendiri ini menjadi bentuk kebanggaan kepada Grab karena telah membawanya meraih impian terbesar. Yakni, lulus cumlaude, dan juga membantunya meringankan beban orang tua.

BERITA TERKAIT: Rizky Aulia Hasyim, Jadi Pengemudi Grab Karena Dukungan Sang Paman

Sehari-hari, Rizky harus menjadi tulang punggung keluarga. Hidupnya yang serba kekurangan membuatnya bekerja ekstra demi memenuhi nafkah.

Ayah Rizky, keluar dari pekerjaannya karena terbentur masalah internal. Sementara, sang ibu hanyalah seorang ibu rumah tangga. Rizky pun harus menjadi tulang punggung keluarga dan juga menyekolahkan kedua adiknya yang masih menimba ilmu di Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Dasar (SD).

Dengan tanggungan yang besar, wanita asal Yogyakarta ini memilih menjadi mitra pengemudi Grab pada layanan roda empat (GrabCar) sembari menekuni studinya sebagai mahasiswi jurusan Ekonomi Islam di Universitas Islam Indonesia.

Rizky bisa lulus tepat waktu dengan predikat terbaik di universitasnya, di tengah kesibukan yang ia jalani sebagai mitra pengemudi dan juga sebagai seorang guru les. Sedari semester awal, dia memang sudah terbiasa bekerja sambil kuliah sebagai guru les privat. Jenjang pendidikan yang ia ajarkan pun beragam, mulai dari TK hingga SMA.

Alasan Rizky saat pertama kali bergabung menjadi mitra pengemudi Grab, karena semata-mata memang ingin membantu perekonomian keluarga. Terlebih, Rizky memiliki cicilan yang menunggak.

Dari situ, dia mulai merasa bahwa pendapatannya sebagai guru les tak mencukupi demi menghidupi keluarga, apalagi untuk membayar cicilan. Rizky harus terus memutar otak dengan mencari pekerjaan yang pemasukannya bisa mengimbangi kebutuhan. Namun, karena sudah terbiasa bekerja sambilan, Rizky pun memberanikan diri memilih menjadi mitra pengemudi Grab.

“Saya sudah 1,5 tahun menjadi mitra pengemudi Grab. Bergabung dengan Grab pada saat semester 6. Saya berpikir kalau pekerjaan seperti ini waktunya bisa diatur, apalagi pendapatannya juga bisa kita taksir. Untuk anak kuliahan seperti saya, tentu merupakan pekerjaan yang fleksibel, karena saya waktu itu kuliahnya juga sudah tidak terlalu banyak kelas, ” ujar Rizky, Rabu (10/7/2019).

Pendapatan Rizky bertambah saat bergabung sebagai mitra pengemudi Grab. Meski menjadi mitra pengemudi Grab secara paruh waktu. Pendapatan maksimal yang diperoleh Rizky bisa mencapai kisaran Rp 300 ribu per hari, dengan total sekitar Rp 8 juta setiap bulannya.

Dengan bertambahnya pendapatan sebagai driver Grab, Rizky Aulia Hasyim bisa mengatur penghasilan sendiri. Tak cuma membayar cicilan dan keperluan lain untuk keluarganya, tetapi juga membayar keperluan kuliah hingga lulus kuliah di kampusnya UII. (*)

Jurnalis : A Riyadi
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : TIMES Yogyakarta

Komentar

Loading...
Registration