Peristiwa - Nasional

Sambil Tersenyum, Kapolri Minta ke Jokowi Kenaikan Tunjangan 100 Persen

Sambil Tersenyum, Kapolri Minta ke Jokowi Kenaikan Tunjangan 100 Persen Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian. (FOTO: Dok.TIMES Indonesia)
Rabu, 10 Juli 2019 - 15:11

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian berharap Presiden Jokowi pada masa pemerintahan yang kedua memberikan tunjangan kinerja 100 persen bagi anggota Polri dan TNI.

"Tersimpan harapan kepada Bapak Presiden kiranya tunjangan kinerja TNI dan Polri di masa kepemimpinan bapak 5 tahun ke depan Insya Allah bisa meningkat menjadi 100 persen," ujar Tito sambil tersenyum saat menyampaikan sambutan dalam upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-73 Tito Karnavian di lapangan Monas, Jakarta, Rabu (10/7/2019).

Tito juga mengucapkan terima kasih atas peningkatan tunjangan kinerja 70 persen bagi personel Polri dan TNI.

"Tunjangan kinerja sebesar 70 persen yang telah terlaksana selama 1 tahun ini, mulai 1 Juli 2018. Peningkatan ini terasa amat berarti bagi kesejahteraan TNI dan Polri terutama prajurit di bawah, tamtama, bintara, dan para perwira pertama," ungkap Tito.

Kapolri bersama Panglima TNI Marsekal  Hadi Tjahjanto mengaku mempunyai visi yang sama untuk menjaga stabilitas kambtibmas serta menjaga tahapan Pemilu 2019.

"Hingga momentum pelantikan pada Oktober 2019 mendatang Insya Allah lancar. Kami juga berkomitmen bersama Panglima TNI menjaga stabilitas dalam negeri pascapelantikan sehingga pemerintah bisa melaksanakan program-program pembangunan dengan lancar guna meningkatkan kesejahteraan rakyat dan meningkatkan pendapatan nasional," imbuh Tito.

Tito juga menyebutkan bahwa sudah ada perbaikan pengelolaan organisasi Polri dengan tercapainya opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK yang diraih Polri selama 6 tahun berturut-turut mulai 2013-2018. 

Berbagai perbaikan yang dilakukan Polri selama tiga tahun tersebut melalui program bernama promoter. "Profesionalisme, modernisasi dan terpercaya dengan titik berat pada 3 titik utama, yaitu peningkatan kinerja, perbaikan kultur dan manajemen media," ucap Tito.

Kata dia, peningkatan kinerja diwujudkan dengan peningkatan layanan publik, profesionalisme dalam penegakan hukum dan pemeliharaan stabilitas kambtibmas secara optimal sementara perbaikan kultur terutama menekan budaya koruptif, menghilangkan arogansi kekuasaan dan menekan kekerasan eksesif.

"Manajemen media dilaksanakan pada media konvensional dan media sosial termasuk menyampaikan upaya Polri memelihara kamtibmas serta meminimalisisasi berita negatif termasuk hoaks dan ujaran kebencian," ungkap Tito.

Kapolri pun mengklaim dalam tiga tahun implementasi program promoter yang menunjukkan hasil yang relatif cukup baik.

"Kepercayaan publik terhadap institusi publik cukup meningkat. Jika di tahun 2016, Polri termasuk tiga institusi yang tidak dipercaya publik, Alhamdulillah saat ini telah berada pada tiga besar lembaga yang dipercaya publik berdasar sejumlah survei yang cukup kredibel," tandas Kapolri Tito Karnavian. (*)

Jurnalis : Hasbullah
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sofyan Saqi Futaki
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Loading...
Registration