Wisata

Mengenal Sendang Tirta Kamandanu, Tempat Prabu Jayabaya Mandi Sebelum Moksha

Mengenal Sendang Tirta Kamandanu, Tempat Prabu Jayabaya Mandi Sebelum Moksha Sendang Tirta Kamandanu (FOTO: Muh.Rofii/TIMES Indonesia)
Kamis, 27 Juni 2019 - 19:11

TIMESINDONESIA, KEDIRI – Di Kabupaten Kediri, ada sebuah wisata edukasi sekaligus wisata budaya yang perlu Anda kunjungi. Namanya Sendang Tirta Kamandanu.

Lokasinya di Dusun Menang RT 03 RW 03 Desa Menang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Sekitar 200 meter ke arah utara dari lokasi petilasan atau tempat mokhsanya Raja Kediri Sri Aji Jayabaya yang dikenal dengan ramalan masa depan tentang Nusantara ini.

Menurut Mbah Suratin, juru kunci sepuh Sendang Tirta Kamandanu, sebelum Prabu Jayabaya melakukan parama mokhsa (kembali menghadap Tuhan beserta raganya), sang Prabu datang sendang ini ritual melukad (mandi dan bersuci). 

"Sendang adalah kolam alami, sedangkan Tirta Kamandanu memiliki makna sumber mata air yang memberikan kehidupan," kata Mbah Suratin, Kamis (27/6/2019).

Jadi sesuai namanya, Sendang Tirta Kamandanu ini merupakan kolam alami yang berisi sumber mata air yang memberi kegunaan atau kehidupan bagi makhluk hidup.

Mbah Gino, juru kunci muda sendang ini kemudian menimpali. Tempat ini sering dikunjungi oleh caleg yang ingin maju menjadi calon anggota legislatif. "Biasanya orang orang yang akan maju jadi DPR, kepala desa, sampai kepala daerah, datang ke sini untuk memanjatkan doa dan mandi di sendang ini," katanya.

Tidak hanya berupa sendang. Di lokasi ini juga terdapat petilasan Eyang Srigati-Srigading. Mereka adalah pasangan suami-istiri abdi kinasih Prabu Sri Aji Jayabaya.

“Pada masa kecilnya, Prabu Jayabaya diasuh oleh mereka. Perumpamaannya seperti Pandawa dan Semar,” ungkap Mbah Suratin.

Arsitektur Sendang Tirta Kamandanu ini berupa bangunan perpaduan 3 agama yakni Hindu, Budha, dan Islam. Pada bagian patung di sendang ini merupakan patung Hindu yang bernama patung Herihara, bagian depan patung yaitu Trimurti (Siwa, Brahma, Wisnu) dan bagian belakangnya patung Ganesha. Sedangkan pada gapura menggunkan corak Budha, dan semua bangunan di bangung oleh orang Islam. (*)

Jurnalis : Muh. Rofi'i (MG-92)
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Kediri

Komentar

Loading...
Registration