Peristiwa - Daerah

Disnaker Kabupaten Malang Ajak Peserta Pelatihan Batik Belajar ke Probolinggo

Disnaker Kabupaten Malang Ajak Peserta Pelatihan Batik Belajar ke Probolinggo Para peserta pelatihan batik inklusif saat studi banding ke Probolinggo. (FOTO: Disnaker Kabupaten Malang for TIMES Indonesia)
Kamis, 27 Juni 2019 - 16:45

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Sebanyak 50 orang peserta pelatihan membatik inklusif dari LPK Ganesha diajak oleh Disnaker Kabupaten Malang untuk studi banding ke Batik Trinil 36, Kota Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (27/6/2019).

Kasi Pelatihan dan Produktivitas Disnaker, Kabupaten Malang, Lilik Faridah menjelaskan tujuan mengajak peserta batik Inklusi untuk studi banding ke Batik Trinil 36 Kota Probolinggo.

"Tujuannya agar para peserta pelatihan batik yang juga berasal dari penyandang disabilitas ini tidak hanya mendapatkan teori dan bekal pelatihan di Kabupaten Malang saja," ujar Lilik Faridah kepada TIMES Indonesia.

Dia melanjutkan, selain mendapat bekal pelatihan di Kabupaten Malang, seluruh peserta juga mendapatkan ilmu dari sentra produksi batik lainnya, salah satunya di Kota Probolinggo ini.

"Kami mengajak peserta pelatihan batik inklusif agar belajar dengan lebih dekat proses pembuatan batik dengan pewarnaan alami.  Keunggulan inilah yang membuat kami melakukan studi banding ke sini," bebernya.

Selain itu, kata dia, studi banding ini juga sekaligus untuk mematangkan kerjasama antara Disnaker dan LPK Ganesha sebagai lembaga pelatihan batik serta sentra produksi batik.

Pasalnya, sambung dia, usai pelatihan beberapa waktu lalu, telah terjalin kerjasama pemberdayaan peserta pelatihan.

Kerjasama dengan LPK Ganesha ini, masih kata Lilik, ditanda tangani langsung Kepala Disnaker Kabupaten Malang, Drs Yoyok Wardoyo MM.

"Dalam studi banding ini, Kami kerjasama dengan tiga pengusaha batik.  Salah satunya dengan Batik Trinil yang ada di Kota Probolinggo ini," tuturnya.

Dalam studi banding ini, para peserta Batik Inklusi juga mendapat kesempatan membatik di tempat tersebut. Universitas Islam Balitar

"Alat dan bahan dari Batik Trinil. Kemudian hasil membatiknya diserahkan kepada pemilik batik Trinil sementara pembatik mendapatkan penghasilan dari kegiatan itu," ungkapnya.

Yoyok menambahkan, Pemkab Malang akan berupaya memberikan pelatihan dan kesempatan studi banding kepada para peserta batik inklusi ini dalam rangka meningkatkan keahlian terutama pada kaum disabilitas. Harapannya, melalui pelatihan batik Inklusif dan studi banding yang diadakan Disnaker Kabupaten Malang ini akan menekan angka pengangguran dan sekaligus memberi kesempatan disabilitas untuk berkarya. (*)

Jurnalis : Binar Gumilang
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sofyan Saqi Futaki
Sumber : TIMES Probolinggo

Komentar

Registration