Ketahanan Informasi

GANNAS Bali Tingkatkan Sinergitas dengan BNN RI

GANNAS Bali Tingkatkan Sinergitas dengan BNN RI Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN), Irjen Arman Depari menerima silaturahmi DPW GANNAS BALI. (FOTO: AJP/TIMES Indonesia)
Kamis, 27 Juni 2019 - 10:25

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Ketua Gerakan Anti Narkoba Nasional atau GANNAS Bali, Yusdiana dengan para lima anggotanya berkunjung ke kantor BNN RI.

Dalam kunjungan itu GANNAS Bali menyampaikan laporan kemajuan GANNAS serta meminta masukan dari Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN), Irjen Arman Depari untuk kemajuan organisasinya.

"Kami berterimakasih kepada bapak Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN), Irjen Arman Depari telah dapat menerima GANNAS Bali guna berbagai pengalaman dalam perang terhadap penyalahgunaan Narkoba," ujar Diana, ketua GANNAS Bali di ruang deputi, Cawang, Jakarta Selatan, Selasa (25/6/2019).

Badan-Narkotika-Nasional2.jpg

Tak segan Diana meminta masukan dari deputi. Hal ini untuk kemajuan Gannas Bali itu sendiri.

"Dalam pertemuan ini juga kita meminta masukan kepada deputi. GANNAS kedepan mau bagai mana dan apa yang kita bisa lakukan kedepan?" kata Diana.

Diana berseta anggota nya akan hadir dalam hari anti narkotika internasional. Diana mengatakan akan mengadakan pelantikan dan akan membentuk satgas layanan pecegahan peredaran narkoba di Bali, ucapnya.

Sementara Irjen Arman Depari menyambut baik dan memberi apresiasi atas kunjungan GANNAS Bali ke kantor BNN. "Saya berharap, GANNAS bisa membangun sinergitas yang baik dengan instansi-instansi pemerintah terkait termasuk Polri maupun BNN," ungkapnya.

Badan-Narkotika-Nasional3.jpg

Arman mengatakan, peran GANNAS sangat diperlukan dalam komitmen untuk membantu BNN dan Polri dalam mensosialisasikan bahaya peredaran narkotika kepada semua lapisan masyarakat.

“Organisasi harus terstruktur dan mudah-mudahan bukan sekedar nama tetapi juga ada kontribusi yang dirasakan, khususnya dalam mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Indonesia khususnya Bali,” ungkap Arman.

Dalam kesempatan tersebut, BNN mendorong Gannas dibawah komando Yusdiana untuk segera memiliki Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) dan mengambil peran serta aktif melakukan pencegahan bahaya penyalahgunaan narkotika melalui gerakan penyadaran bersama memerangi narkoba di tengah-tengah masyarakat dengan menggerakkan jaringan GANNAS yang ada sampai di tingkat kecamatan dan desa di seluruh Indonesia.

Gerakan tersebut juga diharapkan mampu berkontribusi memutus mata rantai jaringan pengedar.

"Konsitensi komitmen gerakan bersama, baik pemerintah, lembaga swadaya, dan ormas salah satunya GANNAS Bali menjadi kunci penekanan angka penyalahgunaan narkoba," ujar Arman. (*)

Jurnalis : Komang Aryawan (CR-138)
Editor : AJP-5 Editor Team
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

Komentar

Loading...
Registration