Peristiwa - Nasional

Moeldoko: Kalau Ibu Kota Pindah, Kekuatan Militer Juga Perlu Dipindahkan

Moeldoko: Kalau Ibu Kota Pindah, Kekuatan Militer Juga Perlu Dipindahkan Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko. (FOTO: Dok. TIMES Indonesia)
Rabu, 26 Juni 2019 - 20:59

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, meminta rencana pemindahan ibu kota tidak hanya dimatangkan dari sisi anggaran saja. Melainkan secara keseluruhan, termasuk keamanan yang menjadi prioritas penting bagi suatu negara.

Menurut Moeldoko, ada yang lebih penting untuk dibahas oleh pemerintah yakni soal pemindahan kekuatan militer ke Ibu Kota Baru (IKB). "Bagaimana memindahkan kekuatan-kekuatan militer ke Kalimantan, enggak kecil itu bos," ujarnya mengisi Dialog Nasional di Kantor Bappenas, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (26/6/2019).

"Pikirkan untuk infanteri saja itu ada pusat infanteri, ada pusat pendidikannya. Belum lagi memikirkan tempur dan bahan tempurnya. Ini besar," sambung dia.

Mantan Panglima TNI itu menuturkan, bahwa saat ini kekuatan militer Indonesia memang bisa dibilang ikut terpusat di Jawa. Hal ini lantaran sejarah panjang peperangan bangsa Indonesia.

Oleh karena itu, bila ibu kota dipindahkan ke Kalimantan kata dia, maka kekuatan militer ini juga harus dipindahkan untuk membuat kekuatan militer baru di Kalimantan.

Menurut dia, kekuatan militer di Kalimantan saat ini relatif tidak besar. Oleh karena itu penting membawa kekuatan militer dari Jawa untuk pertahanan ibu kota baru.

Saat ini pemerintah belum juga menentukan lokasi pasti ibu kota baru. Namun Ketua Bappenas Bambang Brojonegoro mengatakan bahwa lokasi akan ditentukan tahun ini. Pada 2020 semua persiapan termasuk masterplan pemindahan ibu kota sudah disiapkan. Adapun konstruksi bisa dimulai pada 2021. (*)

Jurnalis : Edy Junaedi Ds (MG-57)
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Loading...
Registration