Minggu, 17 November 2019
Peristiwa - Daerah

Asosiasi BPD Banyuwangi: Bupati Seharusnya Merevisi Jadwal Tahapan Pilkades Serentak

Asosiasi BPD Banyuwangi: Bupati Seharusnya Merevisi Jadwal Tahapan Pilkades Serentak Rudi Hartono Latief, Ketua Asosiasi BPD Banyuwangi. (FOTO: Dok. TIMES Indonesia)
Rabu, 26 Juni 2019 - 19:12

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kabupaten Banyuwangi mendesak Bupati agar merevisi jadwal tahapan Pilkades serentak yang akan digelar pada 9 Oktober 2019 mendatang.

Pasalnya, beberapa bakal calon kepala desa terancam tidak bisa mengikuti seleksi tulis yang dilaksanakan pada 29 Agustus karena sedang menunaikan ibadah haji.

"Kasihan jika mereka tidak bisa mencalonkan diri sebagai Kades. Karena jelas, mereka sudah menata bertahun tahun dan sudah banyak mendapat dukungan dari warga. Sehingga harus ada revisi," ucap Ketua Asosiasi BPD Rudi Hartono Latief, Rabu (26/6/2019).

Rudi menyampaikan, masa pendaftaran Pilkades serentak yang dikuti 130 Desa se-Banyuwangi dimulai pada 29 Juni 2019 sampai dengan 7 Juli 2019.

Jika di Desa tersebut yang mencalonkan diri sebagai kepala desa lebih dari lima orang maka akan diadakan seleksi tulis oleh panitia Kabupaten pada tanggal 29 Agustus 2019. Pastinya bakal calon yang sudah mendaftar dan saat itu sedang menunaikan ibadah haji, tidak bisa mengikuti seleksi tulis dan itu berarti otomatis gugur.

"Kami sangat menyayangkan Surat Keputusan Bupati Banyuwangi tertanggal 29 Januari 2019 Nomor 188/32/KEP/429.011/2019 Tentang Penetapan Desa dan Waktu Pemungutan Suara Pemilihan Kepala Desa Serentak di Kabupaten Banyuwangi 2019 yang menetapkan 9 Oktober 2019 sebagai hari H coblosan Pilkades dengan tanpa mempertimbangkan agenda ibadah umat muslim tersebut," ucapnya.

Menurutnya, Bupati mestinya mengerti dan paham agenda bulan haji. Sehingga tidak menetapkan waktu yang bertabrakan dengan jadwal pelaksanaan ibadah haji.

"Andai Bupati Banyuwangi seorang non muslim, bisa jadi jadwal Pilkades serentak ini akan memicu perlawanan besar dengan isu diskriminasi terhadap umat muslim dan tidak pro Islam. Seperti gelombang demonstrasi melawan Ahok," kata Rudi yang juga Ketua BPD Desa Genteng Kulon ini. (*)

Jurnalis : Erwin Wahyudi
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Banyuwangi

Komentar

Registration