Pendidikan

Sembilan SMA di Pamekasan Terapkan PPDB Berbasis Sistem Zonasi

Sembilan SMA di Pamekasan Terapkan PPDB Berbasis Sistem Zonasi Suasana siswa SMA Saat mengikuti ujian akhir sekolah. (FOTO: Akhmad Syafi'i/TIMES Indonesia)
Rabu, 26 Juni 2019 - 18:35

TIMESINDONESIA, PAMEKASAN
PAMEKASAN- Sembilan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Pamekasan terapkan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah SMA Pamekasan Moh Arifin mengatakan, ada empat zonasi di wilayah pengawasannya, termasuk sembilan SMA tersebut.

Di antaranya, zona satu meliputi, SMA 1 Pakong, dan SMA 1 Waru. Daerahnya meliputi Kecamatan Palengaan, Waru, Pegantenan, Pakong, Batumarmar, dan Pasean.

“Zona dua, SMA 2 Pamekasan, SMA Galis, dan SMA Pademawu. Daerahnya meliputi Kecamatan Pademawu, Larangan, Kadur, dan Galis,” kata Arifin, Rabu (26/6/2019).

Kemudian, dia melanjutkan, di zona tiga meliputi, SMA 3 dan SMA 5 Pamekasan. Daerahnya masuk Kecamatan Kota dan Tlanakan. Sementara zona empat meliputi SMA 3 dan 4 Pamekasan. Daerahnya masuk Kecamatan Palengaan, Proppo, dan Kota.

Arifin menjelaskan, siswa pendaftar bebas memilih jalur PPDB. Pemerintah menyediakan dua jalur, di antaranya jalur reguler dan prestasi. Bedanya, imbuhnya, jalur reguler tidak bisa bersekolah di luar zona yang sudah ditentukan. Terakhir pendaftaran tanggal 17 Juni.

“Kalau jalur prestasi bebas memilih sekolah mana,” ungkapnya.

Dua jalur tersebut, persyaratannya pun berbeda. Jalur reguler persyaratannya meliputi Kartu Keluarga dan Nomor UN Kelulusan SMP. Sementara untuk jalur prestasi tinggal melengkapi dokumen keterangan prestasi.

Sementara, Septy Ayu Diah Paramita (15) salah satu siswa pendaftar PPDB SMA mengatakan, pendaftaran PPDB tersebut melalui sistem online. Untuk bisa masuk sebagai pendaftar SMA, harus melengkapi persyaratan.

Siswa lulusan SMP 5 Pamekasan tersebut datang ke SMA 4 Pamekasan untuk mengambil PIN pendaftaran PPDB lewat jalur sistem zonasi. Dia memilih SMA 1 dan 3 Pamekasan. “Alhamdulillah tidak ribet, cuma untuk mengambil PIN harus datang langsung ke sekolah,” jelasnya. (*)

Jurnalis : Akhmad Syafii (MG-78)
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Madura

Komentar

Registration