Ekonomi

Pelatihan Budidaya Ikan Lele, Desa Kedungbanteng Disiapkan Jadi Desa Penghasil Ikan Lele

Pelatihan Budidaya Ikan Lele, Desa Kedungbanteng Disiapkan Jadi Desa Penghasil Ikan Lele Warga bergotong royong membangun kolam ikan lele. (Istimewa)
Rabu, 26 Juni 2019 - 18:32

TIMESINDONESIA, SIDOARJO – Warga Desa Kedung banteng, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo menerima pelatihan membudidayakan ikan lele. Pelatihan dengan mendatangkan trainer Jefri Dwi Saputro yang juga pemilik usaha Azzura Farms yang bergerak di usaha budidaya ikan lele dan menyuplai ribuan ekor ikan lele di Sidoarjo setiap bulannya. Dengan kegiatan ini, diharapkan agar desa tersebut menjadi Desa sentra penghasil ikan lele di Sidoarjo.

Kegiatan yang digagas komunitas anak muda yang tergabung dalam Sidoarjo Positif bekerjasama dengan Minarak Brantas Gas ini bukan sekadar teori, pembinaan budidaya lele juga dilakukan secara praktek dengan memberikan empat kolam lele di desa setempat.

Selain itu, Minarak Brantas Gas juga menyediakan delapan ribu ekor bibit lele serta bahan makanan lele untuk satu bulan.

budidaya-ikan-lele-b.jpg

Kolam lele yang diberikan berbahan terpal dan berbentuk bundar berdiameter tiga meter. Kolam terpal memiliki kapasitas tiga ribu hingga empat ribu ekor ikan lele.

"Budidaya lele dengan kolam terpal itu membutuhkan waktu sekitar 90 hari untuk dipanen," kata Jefri Dwi Saputro kepada TIMES Indonesia, Rabu (26/6/2019).

Lebih jauh Jefri mengungkapkan jika sengaja dilakukan pembinaan budidaya lele di Desa Kendung Banteng, Sidoarjo, karena permintaan pasar akan ikan jenis ini masih sangat besar.

Kebutuhan masyarakat akan ikan lele cukup tinggi dan masuk ke semua kalangan. Bahkan di Sidoarjo sendiri masih butuh banyak supplier ikan lele untuk memenuhi permintaan pasar.

“Kegiatan ini untuk memberdayakan masyarakat agar nantinya Desa Kedungbanteng bisa menjadi penghasil lele,” ungkapnya

budidaya-ikan-lele-c.jpg

Jefri menambahkan jika nantinya Desa Kedungbateng bukan sekadar penghasil lele, namun juga bisa menjadi pusat oleh-oleh berbagai macam olahan ikan. Tentunya akan bisa meningkatkan perekonomian warga dan desa.

Maka pembinaan budidaya ikan lele ini juga termasuk pemasarannya. Sejumlah warga yang ikut budidaya lele sudah mengantongi nama-nama dan nomor kontak pemesan ikan lele saat panen nanti. Selain itu, warga juga dilatih cara membuat sejumlah makanan olahan berbahan ikan lele.

“Budidaya lele ini bila dilakukan secara serius akan banyak memberikan manfaat ekonomis, bisa memberi peluang kerja, sehingga akan mengurangi pengangguran,” harap Jefri.

Hal senada juga diungkapkan Manager Public Relation Minarak Brantas Gas Arief Setyo Widodo, menurutnya program budidaya lele ini memang dikembangkan untuk kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan perekonomian desa. 

Pembinaan budidaya lele ini diharapkan akan terus berjalan hingga tahap berikutnya yaitu pengolahan menjadi berbagai macam makanan.

“Pengolahan menjadi berbagai macam olahan makanan berbahan dasar ikan lele, dan tentunya sampai ke strategi pemasarannya juga,” papar Arief.

Pihak pemerintah desa dan warga sendiri menyambut gembira kegiatan pembinaan budidaya lele ini. Sebab kegiatan tersebut bisa memberi manfaat warga dan sekaligus diyakini akan berdampak pada perekonomian desa.

“Kami sudah memiliki tujuan setelah panen nanti, yaitu menjualnya kepada pengepul langsung dan hasilnya akan diputar untuk dibelikan bibit dan pakan untuk pengembangan selanjutnya,” kata Ikhwan, salah satu warga.

Warga lainnya, Sugianto, juga mengucapkan terima kasih pada pihak Minarak Brantas Gas dgn bantuan CSRnya program pemberdayaan masyarakat berupa kolam lele. Nantinya kolam lele akan dikelola bersama warga lainnya dengan mengedepankan karang taruna. "Harapan saya nantinya setelah berhasil, ibu-ibu juga bisa bergabung dalam bidang pengolahan makanan berbahan dasar ikan lele," kata Sugianto.(*)

Jurnalis : Rudi Mulya
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Sumber : TIMES Sidoarjo

Komentar

Loading...
Registration