Minggu, 17 November 2019
Pendidikan

PG PAUD Unusa Gelar Festival Seni Anak 2019

PG PAUD Unusa Gelar Festival Seni Anak 2019 Prof Jazidie dan Iis Hendro Gunawan meninjau peserta lomba mewarnai di Festival Seni se-Surabaya yang digelar oleh PG PAUD Unusa, Selasa (25/6/2019). (FOTO: Istimewa)
Selasa, 25 Juni 2019 - 21:22

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Program Studi (Prodi) S1 PG PAUD Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) kembali menggelar agenda rutin tahunan Festival Seni Anak se-Surabaya 2019 di Mall Ciputra World, Selasa (25/6/2019).

Kegiatan ini diisi berbagai lomba seperti mewarnai ibu dan anak, serta lomba gerak dan lagu anak. Acara ini dilaksanakan Himpunan Mahasiswa (Hima) Prodi S1 PAUD Unusa bekerja sama dengan Gabungan Organisasi Penyelanggara (GOP) Taman Kanak-Kanak Indonesia (TKI) Surabaya. 

Mengusung ‘Menumbuhkan Kreativitas Anak melalui Seni’, kegiatan seni tahun ini merupakan gelaran keempat dan diikuti sekitar 1.379 peserta ibu dan anak. 

Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng. mengungkapkan, Festival Seni Anak se-Surabaya merupakan implementasi kegiatan dari serangkai tiga mata kuliah Prodi S1 PG PAUD yakni, seni tari, seni musik, dan seni rupa.

Pencapaian pembelajaraan mata kuliah seni tari yakni mahasiwa mampu menciptakan tarian untuk anak usia dini. Pada bidang mata kuliah seni musik, agar mahasiswa mampu menciptakan lagu/nyanyian anak usia dini. Sedangkan mata kuliah seni rupa, mahasiswa mampu menghasilkan karya seni rupa untuk anak usia dini yang terkait dengan menggambar, mewarna, melukis, meronce.

Bentuk evaluasi ketiga mata kuliah ini selain tes tulis, juga tes pratikum yang diformat dengan desain sebuah pergelaran atau pementasan, yang menampilkan karya mahasiswa PAUD. 

“Tujuannya membangkitkan dan menumbuhkan kreativitas mahasiswa terkait dengan pembelajaran anak usia dini, sesuai dengan ketiga mata kuliah tersebut,” ungkap Prof Jazidie.

Jazidie mengatakan setiap tahun konsep festival seni anak se-Surabaya didesain berbeda. Tahun sebelumnya festival seni menyuguhkan penampilan para mahasiswa. Sedangkan tahun ini, festival seni menampilkan karya seni para mahasiswa dengan mengundang ibu dan anak serta suguhan gerak lagu yang dibawakan anak-anak. 

Peserta lomba mewarnai dari ibu dan anak diikuti sebanyak 1260 ibu dan anak. Sedangkan peserta lomba gerak dan lagu diikuti 25 kelompok dengan total peserta 119 anak. Sehingga total sekitar 1379 peserta ibu dan anak.

“Gerak dan lagu yang dilombakan adalah hasil karya mahasiswa yang dibawakan anak-anak. Jadi penilaian lomba ada dua yakni hasil kreativitas mahasiswa dan bagaimana mahasiswa mengajarkan dan melatih seni tari karyanya kepada anak-anak usia dini bisa tampil bagus,” kata Jazidie. 

Saat ini mahasiswa prodi S1 PG PAUD Unusa sudah memasuki angkatan kelima, sejak tahun akademik 2014/2015 dengan total jumlah 600 mahasiswa. Para mahasiswa didominasi bunda-bunda yang mengajar di PAUD.

“Sebagain besar bunda PAUD masih berijazah SMA dan belum memiliki penyetaraan ijazah. Mereka harus kuliah S1, karena persyaratan menjadi guru minimal harus S1,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Surabaya, Iis Hendro Gunawan mengungkapkan, kegiatan ini merupakan hasil kerjasama dengan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa).

"Khususnya PG PAUD (Pendidikan Guru, Pendidikan Anak usia Dini). Guru guru PAUD adalah ujung tombak kita semua," jelas Iis.

Dirinya menambahkan, anak-anak usia dini harus memiliki soft skill yang bagus, karena itu akan menunjang ketika mereka nanti tumbuh dewasa di era tahun emas Indonesia. 

"Tentunya mereka adalah calon calon pemimpin. Kita butuh calon pemimpin yang luar biasa, secara akhlak maupun spiritualnya bagus, akalnya juga bagus, nah itu dimulai dari usia dini," paparnya sambil meninjau lomba Festival Seni Anak yang digelar bersama Unusa(*)

Jurnalis : Lely Yuana
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Surabaya

Komentar

Registration