Peristiwa - Nasional

Sekjen Kemenkes RI Dorong dan Memotivasi Kaum Muda untuk Donor Darah

Sekjen Kemenkes RI Dorong dan Memotivasi Kaum Muda untuk Donor Darah Sekjen Kemenkes RI, drg. Oscar Primadi, MPH. (FOTO: Ivan Iskandaria/TIMES Indonesia)
Senin, 24 Juni 2019 - 23:08

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenkes RI, drg. Oscar Primadi, MPH menyampaikan terima kasih kepada para pelaku donor darah atas partisipasinya menyumbangkan darahnya untuk menyelamatkan nyawa.

Oscar juga memotivasi para pendonor darah agar terus menyumbangkan darahnya secara teratur, dan mendorong masyarakat yang belum pernah mendonorkan darahnya untuk mulai mendonorkan darahnya khususnya pada kaum muda.

"Kegiatan ini dalam rangka Hari Donor Darah Sedunia diperingati setiap tanggal 14 Juni oleh negara-negara di seluruh dunia. Tema kampanye hari donor darah sedunia tahun ini adalah “Darah yang Aman untuk Semua," kata Oscar Primadi, saat acara kegiatan donor darah di Kemenkes RI Jakarta, Senin (24/6/2019).

Lebih lanjut Oscar mengatakan hal tersebut merupakan kunci untuk membangun fondasi yang kuat dalam pemenuhan kebutuhan darah nasional yang berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan semua pasien yang membutuhkan transfusi darah.

Darah merupakan materi biologis yang hidup dan belum dapat diproduksi di luar tubuh manusia. Artinya ketersediaan darah di sarana kesehatan sangat ditentukan oleh partisipasi masyarakat dalam mendonorkan darahnya.

Selain itu, ketersediaan darah juga ditentukan oleh ketersediaan fasilitas, sarana dan prasarana yang dapat menjamin ketersediaan darah dalam jumlah yang cukup, aman dan berkualitas.

Pelayanan darah merupakan tanggungjawab pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang pelaksanaannya dilakukan melalui Unit Transfusi Darah (UTD), dan Bank Darah Rumah Sakit (BDRS).

Oscar juga mengatakan darah yang aman merupakan darah yang berasal dari donor risiko rendah, yang salah satunya bisa didapat dari donor darah sukarela. Hal ini penting untuk diperhatikan mengingat darah juga dapat menjadi media penularan penyakit seperti HIV, Hepatitis B, Hepatitis C dan Sifilis.

"Hal ini sesuai dengan amanat UU Kesehatan No 36 tahun 2009 dan PP No 7 tahun 2011 tentang Pelayanan Darah, serta rekomendasi WHO bahwa darah transfusi yang aman dan berkualitas berasal dari Donor Sukarela," kata Oscar.

Pelayanan darah yang aman dan berkualitas merupakan bagian yang tidak terpisahkan untuk menurunkan Angka Kematian Ibu. Di Indonesia berdasarkan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) tahun 2015 menunjukkan AKI yaitu 305 per 100.000 kelahiran hidup.

Perdarahan masih menjadi salah satu penyebab utama kematian ibu, untuk mencegahnya masyarakat memerlukan akses terhadap pelayanan darah dalam jumlah yang cukup. Hal ini dapat lebih mudah dicapai jika semakin banyak donor darah sukarela yang secara rutin mendonorkan darahnya ke UTD, sehingga UTD dapat selalu memenuhi permintaan darah dari fasilitas pelayanan kesehatan.

“Saya harapkan, kita semua yang hadir pada acara hari ini akan dapat ikut berperan serta dalam upaya peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya donor darah sukarela, dan acara hari ini juga sebagai bentuk apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pendonor darah atas kesediaannya menyumbangkan darah kepada para pasien yang membutuhkan,” ungkap Oscar.

Khusus untuk pegawai yang bekerja di bidang kesehatan, Oscar meminta agar dapat memberikan teladan kepada masyarakat dengan menjadikan donor darah sebagai bagian dari gaya hidup.

“Pada kesempatan yang istimewa ini, saya sampaikan ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Unit Transfusi Darah, Komunitas Pemerhati Donor Darah, para relawan dan para pendukung untuk terselenggaranya acara Peringatan Hari Donor Darah Sedunia Tahun 2019,” ucap Sekjen Kemenkes RI ini (*)

Jurnalis : Ivan Iskandaria (MG-69)
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Loading...
Registration