Olahraga

Pagar Nusa Banyuwangi Wisuda Ratusan Anggota Baru

Pagar Nusa Banyuwangi Wisuda Ratusan Anggota Baru Prosesi wisuda anggota baru Pagar Nusa Banyuwangi (FOTO: Rizki Alfian/TIMES Indonesia)
Senin, 24 Juni 2019 - 22:46

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Ratusan anggota baru dari Perguruan Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa Cabang Banyuwangi resmi disahkan di Pondok Pesantren Sabilurrosyad, Dusun Sidomulyo, Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, Senin (24/6/2019).

“Jumlah anggota Pagar Nusa Banyuwangi yang di wisuda sebanyak 150 orang. Sisa peserta yang lain yang belum wisuda akan digelar lanjutan. Kami optimis dengan kaderisasi arus bawah yang semakin masif, insyallah jumlah santri Pagar Nusa terus bertambah,” ungkap Ketua Panitia, Arik Daminto.

Menurut Arik, sebelum mewisuda anggota baru, ada beberapa prosesi yang harus diikuti oleh para peserta. Panitia mewajibkan para peserta untuk mengikuti pendidikan dan diklat kepelatihan yang digelar selama empat hari terhitung mulai Jumat hingga Senin (21-24/6/2019). Mereka digembleng materi mengenai ke-Pagar Nusa-an, ke-NU-an, keislaman dan nasionalisme.

Pagar-Nusa-Banyuwangi2.jpg

Arik mengatakan, diklat penting dilakukan agar para anggota baru ini mengetahui lebih dalam mengenai tugas pokok dan fungsi Pagar Nusa yang sebagai Badan Otonom dari organisasi Nahdlatul Ulama.

Hadir dalam acara tersebut Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar dan Ketua Pengurus Wilayah (PW) Pagar Nusa Jawa Timur H Faidhol Mannan.

“Kami apresiasi perkembangan Pagar Nusa Banyuwangi yang semakin hari semakin berkembang pesat. Ini membuktikan bahwa kaderisasi berjalan dengan baik, tentu semua tidak lepas dari peran serta para pengurus dan anggotanya yang luar biasa,” ungkap Ketua PW Pagar Nusa Jawa Timur H Faidhol Mannan.

Pagar-Nusa-Banyuwangi3.jpg

Sementara itu Ketua PWNU Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar mengingatkan mengenai pentingnya tugas dan tanggung jawab seorang pendekar Pagar Nusa. Menurut KH. Marzuki, saat ini peran Pagar Nusa dalam berdakwah sangat dibutuhkan.

“Kita tahu semua, saat ini banyak kelompok radikal yang mengaku-ngaku ahlussunah waljamaah. Tapi ternyata mereka menyimpang dari ajaran yang sebenarnya, bahkan parahnya merongrong NKRI. Nah, Pagar Nusa harus ada di garda terdepan, dakwahnya bisa melalui bermain silat. Pelan tapi pasti,” ungkapnya.

KH Marzuki juga mengingatkan pendekar Pagar Nusa harus selalu siap siaga jika ada pihak-pihak yang menganggu ulama, NU, agama bahkan mengancam stabilitas negara. Sebagai seorang pendekar sudah semestinya menegakkan kebenaran.

Acara yang dibalut dengan halal bihalal ini juga diselingi dengan penampilan para pesilat yang melakukan atraksi seni bela diri. Bahkan di awal pembukaan acara wisuda, sebuah atraksi meledakkan mercon berukuran besar dengan tangan kosong oleh dedengkot Pagar Nusa Banyuwangi juga diperagakan. (*)

Jurnalis : Rizki Alfian
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sofyan Saqi Futaki
Sumber : TIMES Banyuwangi

Komentar

Loading...
Registration