Senin, 16 September 2019
Wisata

Resmi Dibuka, Bangsring Underwater Jadi Salah Satu Wisata Penelitian PIRN XVIII

Resmi Dibuka, Bangsring Underwater Jadi Salah Satu Wisata Penelitian PIRN XVIII Ajang Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional (PIRN) se-Indonesia di Banyuwangi. (FOTO: Agung Sedana/TIMES Indonesia)
Senin, 24 Juni 2019 - 19:07

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Ajang Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional XVIII (PIRN XVIII) di Banyuwangi yang digelar Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan diikuti 1.000 pelajar serta guru dari 32 provinsi se-Indonesia resmi dibuka.

Bangsring Underwater menjadi salah satu destinasi di Banyuwangi yang menjadi tempat penelitian, Senin (24/6/2019).

"Ini akan memacu minat dan kemampuan remaja di bidang riset dan iptek. Remaja akan terbiasa berpikir kritis dan mencoba menemukan solusi dari masalah yang ada di sekitarnya," kata Bupati Anas.

Sepekan ke depan, peserta akan diajak bereksperimen mencakup bidang Ilmu Pengetahuan Sosial, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Ilmu Pengetahuan Teknik (Teknik Rekayasa) untuk siswa SMP dan SMA sederajat. Khusus untuk siswa SD, materi yang diberikan adalah robotik.

PIRN2.jpg

"Masalah yang ada dianalisis lalu dicari solusinya, yang akhirnya menghasilkan inovasi. Seperti itulah riset ilmiah, lahir dari dorongan mencari solusi atas problem yang terjadi," katanya.

Di Banyuwangi, ribuan pelajar tersebut akan melakukan penelitian di lima lokasi. Yakni, Bangsring Underwater, Agro Wisata Tamansuruh, Pusat Kopi Gombengsari, Desa Adat Osing Kemrien, serta Mall Pelayanan Publik.

Menanggapi itu, salah satu pengelola wisata Bangsring Underwater, Sukirno, merasa senang karena terpilih sebagai destinasi pilihan PIRN. Dirinya sangat mengapresiasi langkah dari Bupati Banyuwangi tersebut yang menjadikan wisata sebagai tempat menarik sebagai penelitian.

Menurutnya, dengan menempatkan wisata sebagai titik penelitian mampu merubah pandangan pelajar akan kerumitan sebuah riset menjadi mudah. Berangkat dari hal sederhana yang ada di sekitar, serta bisa dilakukan secara menarik seperti di tempat wisata.

"Kami akan menyambut dan dengan senang hati mendukung gelaran acara tersebut hingga usai," katanya.

Selama melakukan kegiatan penelitian, para pelajar akan berinteraksi dengan warga sekitar, mengamati kondisi alam dan sosial masyarakat di lokasi tersebut.

Sementara itu, pembukaan PIRN XVIII di GOR Tawang Alun Banyuwangi berlangsung meriah. Ribuan peserta kompak mengenakan udeng (penutup kepala) khas Banyuwangi. Di sekitar area, terdapat mini expo yang memamerkan eksperimen pada pelajar Banyuwangi dalam penggunaan teknologi sederhana dan tepat guna. (*)

Jurnalis : Agung Sedana
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sofyan Saqi Futaki
Sumber : TIMES Banyuwangi

Komentar

Registration