Politik

The Jokowi Center Sesali Rencana Aksi PA 212 di MK Jumat Depan

The Jokowi Center Sesali Rencana Aksi PA 212 di MK Jumat Depan Direktur Eksekutif The Jokowi Center, Teuku Neta Firdaus. (FOTO: Rahmi Yati Abrar/TIMES Indonesia)
Senin, 24 Juni 2019 - 16:56

TIMESINDONESIA, JAKARTAThe Jokowi Center menyesali rencana Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) yang akan menggelar aksi di Mahkamah Konstitusi (MK) pada sidang vonis sengketa perselisihan Pilpres 2019, Jumat (28/6/2019) depan.

Pasalnya, kedua tim kuasa hukum baik dari paslon 01 Jokowi-Ma'ruf Amin maupun paslon 02 Prabowo-Sandi telah sepakat menerima apapun keputusan MK berkaitan dengan gugatan sengketa pilpres 2019.

"Jika ini sudah komitmen kubu 02, maka tidak ada aksi jalanan lagi. Mengapa PA 212 masih bersikap keras melakukan aksi jalanan?” tanya Direktur Eksekutif The Jokowi Center, Teuku Neta Firdaus dalam keterangannya, Senin (24/6/2019).

Menurut Neta, kedua pihak harus menunjukkan sikap dewasa dengan menerima segala putusan MK. Terlebih, MK merupakan lembaga tertinggi konstitusi di Indonesia.

"Putusan MK harus diterima dengan lapang dada, ditaati, dihormati, dan melaksanakan putusan MK sebagai salah satu bentuk berdemokrasi dan pelajaran kepada warga,” ujarnya.

Lebih lanjut, dirinya mengaku khawatir jika nantinya aksi turun ke jalan tersebut berujung kerusuhan seperti aksi damai pada Mei lalu. Oleh karenanya, Neta berharap Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi dapat menghimbau para pendukungnya untuk tidak menggelar aksi dan menyerahkan segala proses hukum pada pihak berwenang.

“Demo ke jalan atau kegiatan apa pun tidak bisa mempengaruhi keputusan 9 hakim MK. Mereka bekerja secara profesional dan independen. Kita sudah menyaksikan siaran langsung persidangan ini hingga jelang azan subuh yang berlangsung seru, penuh debat dan berakhir dengan damai,” tutur Neta.

Sebelumnya, Juru Bicara PA 212 Novel Bamukmin mengatakan, PA 212, GNPF, dan sejumlah organisasi lain akan menggelar aksi mengawal sidang di MK pada Jumat (28/6/2019) mendatang. Menurut Novel, agenda tersebut untuk menegakkan keadilan dan meminta MK mendiskualifikasi pihak yang diduga curang dalam Pilpres 2019. (*)

Jurnalis : Rahmi Yati Abrar
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Loading...
Registration