Kamis, 19 September 2019
Politik

Megawati Soekarno Putri Didorong Tetap Jadi Ketum di Kongres PDIP untuk Hindari Perpecahan

Megawati Soekarno Putri Didorong Tetap Jadi Ketum di Kongres PDIP untuk Hindari Perpecahan Ketua DPC PDIP Kota Probolinggo, Nasution (kiri) di kantor DPC (Foto: Dokumen/TIMES Indonesia)
Minggu, 23 Juni 2019 - 07:31

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – DPC PDI Perjuangan Kota Probolinggo mendorong Megawati Soekarno Putri tetap menjadi ketua umum partai dalam Kongres PDIP Agustus nanti. Sebab tanpa Mega, soliditas partai dinilai akan kendor dan lambat laun akan pecah.

Hal itu disampaikan Ketua DPC PDIP Kota Probolinggo, Nasution, berkaitan dengan desas desus turunnya Megawati melalui kongres.

“Kalau diganti, bisa pecah. Mudah disusupi pihak ketiga seperti yang dulu,” katanya kepada TIMES Indonesia. 

Menurut Nasution, PDIP membutuhkan sosok Megawati untuk memperkuat soliditas partai. Setelah dua kali secara beruntun memenangi pemilu dan Pilpres, tantangan PDIP diyakini akan semakin berat menghadapi Pemilu 2024. Apalagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang diusung PDIP tak bisa maju lagi.

Dalam menghadapi tantangan seperti itu, kepemimpinan Mega diperlukan. “Ke depan (2024) perlu Ibu Mega lagi untuk memunculkan Jokowi-Jokowi lagi,” jelasnya.

Karena itu menurut Nasution, tak ada cara lain selain Megawati tetap menjadi ketua umum. “Ini yang mau kami suarakan saat berbicang-bincang dengan DPC-DPC di Jawa Timur,” lanjutnya.

Bagaimana dengan kaderisasi partai? Menurut aktifis Promeg ini, peran Megawati di PDIP ibarat pelatih sepak bola. Karena itu, kaderisasi tetap bisa berjalan dengan adanya struktur ketua harian. 

Sebagai contoh, Nasution menyebut ketika PDIP memenangi Pemilu 2014. Sebagai ketua umum parpol pemenang, Megawati berpeluang besar nyapres. Tapi hal itu tidak dilakukan. PDIP saat itu mengusung Jokowi sebagai kader terbaik partai untuk maju.

Diketahui, Kongres PDIP semula diagendakan di tahun 2020. Tapi agenda ini dimajukan Agustus 2019. Beredar kabar, percepatan ini berkaitan dengan desas-desus Megawati Soekarno Putri akan turun. (*)

Jurnalis : Muhammad Iqbal
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : TIMES Probolinggo

Komentar

Registration