Ekonomi

BUMDes di Magetan Masih Belum Maksimal

BUMDes di Magetan Masih Belum Maksimal Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Permasdes) Kabupaten Magetan, Iswahyudi Yulianto usai menghadiri salah satu acara. (FOTO: M Kilat Adinugroho/TIMES Indonesia)
Jum'at, 21 Juni 2019 - 21:57

TIMESINDONESIA, MAGETAN – Keberadaan badan usaha milik desa (BUMDes) di Kabupaten Magetan, ternyata hingga kini masih belum maksimal. Nyatanya, banyak desa yang memiliki potensi, namun tidak berkembang.

"Belum maksimal, karena ada BUMDes yang sudah aktif, sudah dibentuk, tapi belum bisa berjalan. Selain itu juga ada desa yang belum membentuk BUMDes," kata Kepala Dinas Permasdes Kabupaten Magetan, Iswahyudi Yulianto kepada TIMES Indonesia, Jumat (21/6/2019).

Yuli mengungkapkan, dari 207 desa di Kabupaten Magetan, hanya 184 desa yang sudah mempunyai BUMDes. Padahal, program tersebut sering disosialisikan kepada pemerintah desa (Pemdes). "Mungkin pemikiran kita dengan Pemdes berbeda, sehingga masih ada yang belum mendirikan BUMDes," ujarnya.

Menurutnya, BUMDes menjadi media untuk mengoptimalkan potensi desa dalam berbagai bidang. Tentunya, diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang memadai untuk mewujudkan BUMDes yang maju.

"Sebenarnya banyak keuntungan yang akan diperoleh pemerintah desa melalui BUMDes yang dikelola dengan baik," terangnya.

Yuli menambahkan, pemerintah desa juga bisa melakukan pengadaan barang dan jasa melalui BUMDes yang sudah memiliki badan usaha. Ini karena, manajemen antara desa dengan BUMDes akan terpisah.

"Targetnya semua desa mempunyai BUMDes, agar bisa membantu pemerintah desa," imbuh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Permasdes) Kabupaten Magetan ini. (*)

Jurnalis : MK Adinugroho Syaifullah
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Magetan

Komentar

Registration