Glutera News

Nikmati Kopinya, Bukan Cangkirnya

Nikmati Kopinya, Bukan Cangkirnya FOTO: Glutera
Jum'at, 21 Juni 2019 - 13:07

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Sekelompok alumni satu universitas yang telah mapan dalam karir masing-masing berkumpul dan mendatangi professor kampus mereka yang telah tua. 

Percakapan segera terjadi dan mengarah pada komplain tentang stess di pekerjaan dan kehidupan mereka. 

Menawari tamu-tamunya kopi, professor pergi ke dapur dan kembali dengan poci besar berisi kopi. Ia juga membawa cangkir berbagai jenis dari porselin, plastik, gelas, kristal, gelas biasa, beberapa diantara gelas mahal dan beberapa lainnya sangat indah dan mengatakan pada para mantan mahasiswanya untuk menuang sendiri kopinya.

Setelah semua mahasiswanya mendapat secangkir kopi di tangan, professor itu mengatakan “Jika kalian perhatikan, semua cangkir yang indah dan mahal telah diambil, yang tertinggal hanyalah gelas biasa dan yang murah saja. Meskipun normal bagi kalian untuk mengingini hanya yang terbaik bagi diri kalian, tapi sebenarnya itulah yang menjadi sumber masalah dan stress yang kalian alami.” 

Pastikan bahwa cangkir itu sendiri tidak mempengaruhi kualitas kopi.

Dalam banyak kasus, itu hanya lebih mahal dan dalam beberapa kasus bahkan menyembunyikan apa yang kita minum. Apa yang kalian inginkan sebenarnya adalah kopi, bukanlah cangkirnya, namun kalian secara sadar mengambil cangkir terbaik dan kemudian mulai memperhatikan cangkir orang lain. 

 

SEKARANG PERHATIKAN HAL INI:

Kehidupan dan kesehatan tubuh bagai kopi, sedangkan pekerjaan, uang dan posisi dalam masyarakat adalah cangkirnya.

Cangkir bagaikan alat untuk memegang dan mengisi kehidupan. Jenis cangkir yang kita miliki tidak mendefinisikan atau juga mengganti kualitas kehidupan yang kita hidupi. 

Seringkali, karena berkonsentrasi hanya pada cangkir, kita gagal untuk menikmati kopi yang Tuhan sediakan bagi kita.

Tuhan memasak dan membuat kopi, bukan cangkirnya. Jadi nikmatilah kopinya, jangan cangkirnya. 

Sadarilah jika kesehatan tubuh dalam kehidupan anda itu lebih prioritas dibanding pekerjaan anda.

Jika pekerjaan anda membatasi diri anda dan mengendalikan hidup anda, anda menjadi orang yang mudah diserang dan rapuh akibat perubahan keadaan. Perubahan kehidupan apapun tetap diperlukan tubuh yang sehat. Jangan demi pekerjaan hingga Anda pun lalai dan lupa tentang kesehatan tubuh.

Pastikan anda selalu menjaga kesehatan, karena Tuhan memberikan tubuh beserta isinya termasuk otak kita. Jaga selalu dan gunakan tubuh anda untuk kehidupan dan kesuksesan Anda. (*)

Jurnalis :
Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

Komentar

Loading...
Registration