Peristiwa - Daerah

Menteri Sofyan Djalil Sebut Pengurusan Sertifikat Tanah Kian Mudah

Menteri Sofyan Djalil Sebut Pengurusan Sertifikat Tanah Kian Mudah Warga saat menunjukaan sertifikat tanah yang diberikan Presiden Jokowi di GOR Tridharma, Kamis (20/6/2019). (Foto: Akmal/TIMES Indonesia).
Jum'at, 21 Juni 2019 - 07:12

TIMESINDONESIA, GRESIK – Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) atau Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan A Djalil mengungkapkan jika pelayanan pembuatan sertifikat tanah saat ini lebih mudah.

Sebab, program andalan Presiden Joko Widodo ini sangat memangkas birokrasi.

Hal itu dikatakan Sofyan saat mengunjungi Gresik mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rangka membagikan ribuan sertifikat tanah di GOR Tridharma, Kamis (20/6/2019) siang.

Dalam sambutannya, Sofyan mengatakan untuk menyukseskan program pendaftaran tanah sistematis lengkap atau PTSL, pemerintah mempermudah administrasi.

"Kalau dulu susah dapat sertfikat tanah. Kalau sekarang mudah, program ini sangat membantu masyarakat untuk mendapatkan sertifikat tanah," katanya.

Seperti diketahui, program PTSL bergulir sangat membantu warga karena semua proses mulai dari pendaftaran, pengumpulan berkas, pengukuran tanah hingga pencetakan semua dibiayai oleh APBN.

Dari laporan yang masuk, kata Sofyan, masih ada lebih dari 400.000 bidang tanah yang belum bersertifikat dari total 775.514 bidang sehingga baru 341.606 tanah di Gresik yang bersertifikat.

Ia pun optimistis, pada empat tahun mendatang seluruh tanah di Kota Pudak telah bersertifikat. "Paling lambat 4 tahun lagi seluruh tanah di Gresik sudah bersertifikat," harap Sofyan.

Untuk total data di Jawa Timur, imbuh Sofyan ada 19.498.377 bidang tanah dengan prosentasi 54,45 % sudah bersertifikat.

Sementara itu, Kepala BPN Gresik Asep Heri optimis target yang dicanangkan bisa dilaksanakan dan sesuai target. Pihaknya, gencar melakukan sosialisasi ke masyarakat untuk menyukseskan program ini.

Hingga Juni, BPN telah merampungkan proses pendaftaran dan pengukuran hingga 100%. Namun, hingga saat ini masih ada 11 ribu berkas yang belum lengkap sehingga harus diverifikasi ulang.

"Kalau pengukuran kita sudah 100 persen. Namun masih ada 11 ribu berkas yang belum lengkap sehingga harus diverifikasi," imbuhnya. (*)

Jurnalis : Akmalul Azmi
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Gresik

Komentar

Loading...
Registration