Jum'at, 15 November 2019
Pendidikan

HMI Banyuwangi Dukung Sistem Zonasi Pendidikan

HMI Banyuwangi Dukung Sistem Zonasi Pendidikan Ketua HMI Cabang Banyuwangi, Untung Aprilianto. (Foto : Rizki Alfian/TIMES Indonesia)
Kamis, 20 Juni 2019 - 21:05

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Banyuwangi (HMI Banyuwangi) mendukung upaya pemerintah dalam penerapan sistem zonasi pendidikan terkait dengan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Menurut mereka, keputusan Menteri Pendidikan RI mengenai diterapkannya sistem ini adalah untuk mengurangi kesenjangan pendidikan antara satu sekolah dengan sekolah lain.

"Seperti kita ketahui masih banyak masyarakat yang ingin anaknya menempuh pendidikan di sekolah yang favorit sehingga segala upaya dilakukan agar bisa masuk. Kalau sekolah tersebut jumlah siswanya membeludak pasti di sisi lain ada sekolah yang kekurangan siswa," ungkap Ketua HMI Cabang Banyuwangi, Untung Aprilianto, Kamis (20/6/2019).

Menurut Untung, sekolah yang jumlah siswanya lebih banyak cenderung kemajuannya lebih cepat dibandingkan sekolah dengan jumlah siswanya sedikit.

"Dengan diterapkan sistem zonasi ini pemerataan pendidikan bisa terlaksana. Namun juga harus dibarengi dengan dukungan pemerintah untuk memeratakan pembangunan pendidikan," ujar Untung.

Pemerintah, lanjut Mahasiswa asal kampus Universitas PGRI Banyuwangi ini, harus terus memberikan support lebih kepada sekolah-sekolah yang kurang berkembang, sehingga ke depan mampu bersaing dengan sekolah yang sudah berkembang sebelumnya.

"Dengan begini semangat pemerataan pendidikan dengan sistem zonasi mampu menjawab tantangan dan dapat diterima oleh semua kalangan. Karena hari ini masih banyak orang tua siswa yang tidak puas dengan sistem ini karena memang kesenjangan status sekolah masih tinggi," terang Untung.

Ketua HMI Banyuwangi ini berpendapat, bahwa pemerintah harus mampu memutus kesenjangan pendidikan. Tidak hanya berhenti hanya sampai dengan meluncurkan program zonasi pendidikan saja, melainkan juga membangun sistem yang tidak ada lagi istilah sekolah favorit dan tidak favorit. (*)

Jurnalis : Rizki Alfian
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Sumber : TIMES Banyuwangi

Komentar

Registration