Kamis, 19 September 2019
Ketahanan Informasi

Mahasiswa Unair Surabaya Berikan Solusi yang Efektif Mengatasi Fraktur

Mahasiswa Unair Surabaya Berikan Solusi yang Efektif Mengatasi Fraktur Tiga mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga yakni Alfia Fristiyanti, Siti Maratus Salasatun Nikmah, dan Katherine saat melakukan penelitian di laboratorium. (FOTO: AJP TIMES indonesia)
Kamis, 20 Juni 2019 - 13:43

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Tiga mahasiswa Unair Surabaya mengajukan proposal Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penelitian Eksakta (PKM-PE) yang berjudul “Proliferasi Dan Diferensiasi Sel Secara In-Vitro Pada Implan Tulang SS316L Terlapisi Hidroksiapatit Gelatin”.

Mereka adalah Alfia Fristiyanti (Teknik Biomedis, 2015), Siti Maratus Salasatun Nikmah (Fisika, 2015) dan Katherine (Teknik Biomedis, 2016). Judul tersebut diangkat mengingat Indonesia merukapan daerah rawan bencana, yang memiliki berbagai kasus korban luka-luka maupun meninggal. Salah satu kasus yang sering dijumpai adalah kasus fraktur yang menyebabkan terputusnya diskontinuitas tulang. Terjadinya fraktur dapat berdampak pada cacat fisik, stress psikologi, bahkan kematian akibat penanganan yang tidak tepat.

Alfia Fristiyanti mengatakan banyaknya kasus fraktur yang terjadi dan dampaknya yang serius, maka haruslah dilakukan penanganan yang tepat, terutama karena tulang merupakan bagian dari tubuh manusia yang sangat penting sebagai penyokong tubuh.

"Kami melihat bahwa implantasi tulang merupakan solusi yang efektif untuk mengatasi fraktur," jelas Alfia.

Berbekal dana hibah yang diberikan oleh Kemenristekdikti melalui program PKM tahun 2018, ketiga mahasiswa itu melakukan pengembangan ide proposal tersebut di Laboratorium Fisika Material, Fakultas Sains dan Teknologi. Menurut Alfia Fristiyanti, kunci utama keberhasilan implantasi tulang adalah penggunaan material yang tepat untuk penanganan kerusakan tulang.

“Material yang digunakan sebagai implan tulang harus memiliki beberapa karakteristik seperti tidak beracun, sifat mekanik yang sangat baik, biokompatibel, porositas tinggi dan tidak boleh menyebabkan penolakan di dalam tubuh pasien,” jelasnya.

Jurnalis : Binti PIH (CR-135)
Editor : AJP-5 Editor Team
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber : TIMES Surabaya

Komentar

Registration