Jum'at, 15 November 2019
Kopi TIMES

Ngopi Sinambi Diskusi, Potensi Kuatkan Ekonomi

Ngopi Sinambi Diskusi, Potensi Kuatkan Ekonomi Hary Prasetyo, LPM Oase Nusantara Ponorogo. (FOTO: Istimewa)
Kamis, 20 Juni 2019 - 09:45

TIMESINDONESIA, PONOROGO – Tradisi "ngopi" warga Ponorogo, dari mata mulai terbuka (melek) sampai mau terpejam (merem) merupakan kegiatan rutin yang seakan tidak bisa ditinggalkan.

Warung kopi menjadi media diskusi murah (bukan murahan) mendengarkan keluh kesah rakyat, membahas strategi politik dan melihat isu-isu strategis mewabah (viral) menjadi menu utama di setiap sudut warung kopi.

Tokoh suka cangkrukan, atau blusukan wujud melebur membaurnya tanpa batasan sekat-sekat strata sosial dengan rakyat.

Peluang ekonomi "warung kopi" itu menjadi wajah baru dalam dunia usaha, tokoh-tokoh warung kopi Ponorogo misal Mbak Doel mewariskan usaha warung kopinya sampai ke cucunya pertanda subur dan asyiknya usaha warung kopi. Dalam dasawarsa terakhir di Ponorogo menjamur angkringan Solo di seluruh sudut kota, membuka mata anak-anak muda Bumi Reyog untuk menjadikan warung kopi berorientasi bisnis yang berjejaring.

Banyaknya kampus di Ponorogo, wisata religi dan tradisi "ngopi" yang begitu mendarah daging, menjadikan sinergi antara warung kopi dan diskusi adalah pasangan yang sangat serasi.

Kemasan warung kopi dari klasik sampai modern yang menghiasi jalanan adalah realitas geliat ekonomi via warung kopi Ponorogo yang bergairah.

Tinggal bagaimana peran Pemerintah Desa, peran pemerintah daerah untuk mengembangkan potensi lokal melalui budidaya tanaman kopi unggulan Ponorogo, semisal "kopi Ngrayun" yang memiliki rasa khas.

Melalui Program khusus budidaya tanaman kopi dan varians pengolahannya dengan turun tangan langsung Pemerintah sangat mungkin produk kopi lokal menjadi primadona baru potensi daerah yang akan menembus pasar dunia yang sangat terbuka dengan berbagai jendela dunia marketing online. (*)

 

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

Jurnalis :
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Ponorogo

Komentar

Registration