Politik

Rakernas PDI Perjuangan Tertutup untuk Media

Rakernas PDI Perjuangan Tertutup untuk Media Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. (FOTO: Dok.TIMES Indonesia)
Rabu, 19 Juni 2019 - 14:55

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV DPP PDI Perjuangan bersifat tertutup. Sebab agendanya khusus mempersiapkan konsolidasi Partai dalam Rangka Pelaksanaan Kongres V yang akan dilaksanakan pada tanggal 8 Agustus 2019 di Bali.

"Mohon maaf kepada teman-teman pers, mengingat Rakernas IV lebih banyak membahas agenda internal Partai, maka Rakernas Bersifat Tertutup. Sama halnya ketika Ibu Ketua Umum dalam Rakernas III di Bali mengambil keputusan untuk mencalonkan kembali Pak Jokowi, maka Rakernas IV kali ini pun dilaksanakan secara tertutup," kata Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Rabu (19/6/2019).

Hasto mengatakan, Rakernas IV juga akan merumuskan seluruh tanggung jawab Partai di dalam mewujudkan harapan rakyat yang telah memercayakan PDI Perjuangan dan Pak Jokowi-KH Ma’ruf Amin dengan memenangkan Pemilu serentak yang belum lama berlangsung.

“Kami tidak menanggapi kemenangan dengan euforia. Kami bersyukur, dipercaya kembali oleh rakyat. Kami bertanggung jawab untuk menggunakan besarnya dukungan rakyat tersebut di dalam membangun masa depan bangsa secara bersama-sama dengan cara gotong royong dengan seluruh komponen bangsa," imbuhnya.

Dalam politik, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengajarkan kadernya lebih memilih membangun organisasi partai daripada popularitas orang per orang.

"Partai terus mengedelankan budaya kolektif, berjuang untuk kepentingan bersama. Partai menjalankan tugas strategisnya khususnya di dalam rekrutmen, pendidikan politik, dan kaderisasi kepemimpinan. Namun Partai juga terus belajar agar semakin mampu mengelola jalannya pemerintahan negara. Sebab kekuasaan politik itu berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat," kata Hasto kepada wartawan yang meliput Rakernas PDI Perjuangan. (*)

Jurnalis : Hasbullah
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sofyan Saqi Futaki
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Loading...
Registration