Ketahanan Informasi Ketahanan Informasi Pendidikan

Mahasiswa Kimia FST Unair Surabaya Raih Best Paper Konferensi di China

Mahasiswa Kimia FST Unair Surabaya Raih Best Paper Konferensi di China Novia Faridatus Sholihah saat berada di Universitas Tianjin, China. (FOTO: AJP/TIMES Indonesia)
Rabu, 19 Juni 2019 - 07:45

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Novia Faridatus Sholihah, dari Departemen Kimia, Fakultas Sains da Teknologi (FST) Unair Surabaya berhasil meraih penghargaan sebagai best paper dalam konferensi internasional bertajuk “Asia Young Scholar Summit”.

Novia mempresentasikan hasil papernya yang berjudul 'Development of Folic Acid Based-Carbon Nanodots for Sypnotical Staining Agent of Hela Tumor Cell' di Universitas Tianjin, China.

Mahasiswa-Kimia-FST-Unair-Surabaya2.jpg

“Paper yang saya bawa merupakan hasil mini riset yang saya lakukan ketika skripsi,” kata mahasiswa yang aktif dalam kegiatan Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) yang digagas oleh Kemenristek Dikti tersebut.

Dalam penelitian yang dilakukan, Nova menganalisis kemampuan asam folat sebagai bahan dasar pembuatan carbon nanodots sebagai kandidat bioimaging agent pada sel kanker.

“Hasil data dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa dari hasil uji karakterisasi serta uji in vitro yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa situs asam folat pada carbon nanodots dari metode pirolisis dapat memfasilitasi penyerapan asam folat intraseluler melalui endositosis yang dimediasi oleh reseptor. Sehingga, dapat diaplikasikan sebagai kandidat bioimaging agent,” jelas Nova.

Mahasiswa-Kimia-FST-Unair-Surabaya3.jpg

Prestasi yang diraih Nova tak lepas dari bimbingan dosen SFT Universitas Airlangga Surabaya. Terdapat dua dosen pembimbing yang membantu Nova dalam menyelesaikan penelitiannya, yakni Mochamad Zakki Fahmi, S.Si, M.Si, Ph.D dan Satya Candra Wibawa Sakti, M.Sc.,Ph.D.

Meski begitu, perjuangan Nova untuk bisa menjadi best paper dalam konferensi internasional tersebut tidaklah mudah. Sebagai mahasiswa yang sedang menempuh program skripsi, salah satu masalah yang harus ia atasi adalah terkait dengan pendanaan serta pembagian waktu untuk melaksanakan riset mengingat padatnya kegiatan yang diikuti.

Mendapatkan penghargaan sebagai best paper merupakan hal yang sangat berkesan untuk Nova dari Unair Surabaya. Terlebih ketika dirinya termasuk salah satu dari tiga peraih best paper yang berhasil melawan 32 delegasi dari beberapa universitas ternama di Indonesia seperti Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gadjah Mada (UGM). (*)

Jurnalis :
Editor : AJP-5 Editor Team
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

Komentar

Loading...
Registration