Peristiwa - Daerah

Sisihkan 198 Peserta, Desa Mendak Masuk Empat Besar Tingkat Provinsi Lomba BBGRM

Sisihkan 198 Peserta, Desa Mendak Masuk Empat Besar Tingkat Provinsi Lomba BBGRM Bupati Madiun Ahmad Dawami (batik coklat) saat dampingi tim penilai BBGRM Provinsi di Desa Mendak. (FOTO: Humas pemkab madiun/TIMES Indonesia)
Selasa, 18 Juni 2019 - 20:47

TIMESINDONESIA, MADIUN – Setelah Desa Kepel, Kecamatan Kare yang menjadi empat terbaik dalam kategori Lomba Desa dan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Tepat pada hari Selasa (18/6) tim penilai kategori Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) dari provinsi Jawa Timur menilai Desa Mendak Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun yang masuk empat terbaik dari Pacitan, Ponorogo dan Banyuwangi.

Dalam hal ini adalah wisata alam Watu Rumpuk dan Pendakian Tapak Bimo, Desa Mendak, Kecamatan Dagangan yang mendapatkan penilaian dari tim BBGRM Provinsi Jatim.

Lomba BBGRM diawali dengan lomba tingkat kabupaten, dan pada akhirnya Desa Mendak bisa menjadi yang terbaik dengan menyisihkan 198 desa lain kemudian dikirim ke tingkat provinsi.

Meskipun letak desa berada di wilayah pegunungan, akses jalan yang sempit dan tergolong jauh dari kota, Desa Mendak layak menjadi empat besar dengan empat indikator yang meliputi bidang kemasyarakatan, bidang ekonomi, bidang lingkungan hidup dan juga bidang sosial budaya. Semua indikator tersebut dinilai, termasuk juga partisipasi masyarakat di bidang penggerakkan ekonomi.

Bupati Madiun, H. Ahmad Dawami mengatakan bahwa pemberdayaan akan berujung pada kemandirian, sehingga seluruh masyarakat yang terkena sentuhan Pemkab dalam hal pemberdayaan diharuskan untuk mandiri.

"Jadi yang kita berikan tidak total, hanya stimulus atau pemicu yang akan ditangkap oleh masyarakat dan disambut dengan gotong royong," ujarnya.

Di Desa Mendak, gotong royong antarwarga masih sangat terjaga. Dalam hal pembangunan fisik maupun moral sikap gotong royong yang dimiliki masih sangat kental dan akhirnya bisa menjadi luar biasa. Dan kebetulan juga tim juri dari provinsi yang datang akan menilai semangat kegotong royongan dan terbukti masih sangat terjaga. 

Saat ini Alokasi Dana Desa (ADD) dinaikkan menjadi 20 persen untuk desa, jalur-jalur sampai bawah saling bergandeng tangan untuk menuju Watu Rumpuk itu, menjadi domain dari Desa Mendak. Untuk domain kabupaten akan ada kajian lebih lanjut untuk akses jalan. "Kita memiliki tanggungan 206 desa, di sini sudah seperti ini untuk desa lain juga akan kita bangkitkan sesuai kebutuhan yang prioritas kita dahulukan," tegasnya. (*)

Jurnalis : Ervan Marwantaka (MG-55)
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sofyan Saqi Futaki
Sumber : TIMES Madiun

Komentar

Registration