Peristiwa - Daerah

Gubernur DIY Tinjau Ujicoba Jalan Malioboro Semipedestrian Bebas Kendaraan Bermotor

Gubernur DIY Tinjau Ujicoba Jalan Malioboro Semipedestrian Bebas Kendaraan Bermotor Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X saat meninjau pelaksanaan Jalan Malioboro bebas dari kendaraan. (FOTO: Sony Haryono/TIMES Indonesia)
Selasa, 18 Juni 2019 - 19:57

TIMESINDONESIA, YOIGYAKARTA – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X meninjau pelaksanaan uji coba Jalan Malioboro semipedestrian bebas kendaraan bermotor, Selasa (18/6/2019) sore.

Dalam peninjauan itu, Sultan berjalan kaki dari Kepatihan Yogyakarta hingga trotoar depan Gedung DPRD DIY. Ikut mendampingi Sekretaris Daerah DIY, Gatot Saptadi; Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti; Wakil Wali Kota, Heroe Purwadi; dan jajaran pejabat Pemda DIY lainnya.

Dalam kesempatan itu, Sultan sempat mengecek sejumlah fasilitas umum yang ada di sepanjang Jalan Malioboro.

“Kita masih melihat tadi kan masih ada ada (kendaraan bermotor) yang belok dan sebagainya bagi saya tidak masalah,” kata Sultan.

Menurut Raja Keraton Yogyakarta ini, pengertian Jalan Malioboro ditutup bukan berarti sama sekali kendaraan tidak boleh masuk.

Dalam penerapan konsep semipedestrian, ada hal-hal khusus yang menurut dia perlu dipertimbangkan. Ia mencontohkan, bus yang membawa turis menuju Hotel Mutiara yang berlokasi di Jalan Malioboro agar tetap bisa melintas sekadar untuk menurunkan penumpang ke hotel itu.

“Kalau ada bis bawa turis mau menginap di (Hotel) Mutiara bisa masuk enggak. Kalau saya boleh, tetapi hanya ngedrop (penumpang) saja, karena tidak ada jalan alternatif. Kita punya ide tidak mungkin bisa menutup secara keseluruhan karena Hotel Mutiara kan sudah ada lebih dulu,” kata Sultan.

Ia berharap penerapan konsep semipedestrian di Malioboro itu tidak disalahartikan sebagai upaya untuk mematikan hotel maupun para pedagang yang beroperasi di sepanjang kawasan itu. “Tidak ada sama sekali untuk pemahaman itu, memang perlu waktu,” papar Sultan.

Uji coba Jalan Malioboro bebas kendaraan bermotor telah dimulai dari pukul 06.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB. Sejumlah pengunjung atau wisatawan tempak memanfaatkan kesempatan itu dengan berjalan santai di tengah jalan, bersepeda, berswafoto, hingga duduk-duduk di tepi Jalan Malioboro.

Warga Yogyakarta, Lia (40) mengaku senang dengan rencana penerapan semipedestrian Malioboro. Baginya, dengan membebaskan Malioboro dari kendaraan bermotor akan semakin bisa menikmati keindahan di kawasan itu.

“Hanya saja nanti nasib pedagang juga tetap diperhatikan dan tetap ada fasilitas transportasi dari ujung Jalan Malioboro. Jadi, jangan sampai Jalan Malioboro bebas kendaraan bermotor ini merugikan pedagang dan pengusaha," katanya saat menyaksikan uji coba konsep semipedestrian itu. (*)

Jurnalis : Soni Haryono (MG-88)
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Sumber : TIMES Yogyakarta

Komentar

Loading...
Registration