Sabtu, 21 September 2019
Politik

Sejumlah Massa Minta MK RI Diskualifikasi Duet Prabowo-Sandi

Sejumlah Massa Minta MK RI Diskualifikasi Duet Prabowo-Sandi Sejumlah massa aksi LPSK meminta MK mendiskualifikasi pasangan duet Prabowo-Sandi. (Foto: Istimewa)
Selasa, 18 Juni 2019 - 19:25

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Sejumlah massa yang tergabung dalam Laskar Pengemban Suara Kedaulatan (LPSK), meminta Mahkamah Konstitusi RI (MK RI) mendiskualifikasi pasangan duet Prabowo-Sandi.

Disampaikan Ichal Lubis selaku Humas LPSK dalam sebuah aksi pawai di Patung Kuda Jakarta, paslon nomor urut 02 itu telah melakukan upaya pelanggaran pemilu dan dugaan kecurangan secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM).

"Mulai dari para loyalisnya diduga terlibat sebagai dalang kerusuhan 22 Mei 2019. Kemudian dugaan terjadi kecurangan saat proses pilpres 2019 di daerah basis pendukung Prabowo-Sandi," ujar Ichal, Selasa (18/6/2019).

Selain itu, LPSK menilai duet Prabowo-Sandi menggunakan pengacara yang pernah bermasalah dalam menyampaikan gugatan sengketa pilpres 2019 di MK.

Diantaranya disebut Ichal, adalah ketua tim hukum Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto (BW) yang pernah menjadi tersangka kasus sengketa pilkada Kotawaringin Barat dalam sidang di MK RI pada 2010 silam.

"Di mana keterangan palsu oleh saksi-saksi diduga telah di-setting. BW saat itu menjadi pengacara pasangan calon bupati-wakil bupati Ujang Iskandar-Bambang Purwanto," ungkapnya.

Kemudian Denny indrayana. Icha mengatakan jika pengacara kubu 02 itu memiliki banyak catatan kontroversial. Pun dengan Nasrullah yang diduga terlibat pelecehan seksual.

Tak hanya itu, LPSK melalui koordinator aksi, Ichal juga meminta MK RI mendiskualifikasi duet Prabowo-Sandi lantaran dianggap sering kali menebar isu dan opini guna memerjuangkan kepentingan politik. (*)

Jurnalis : Rahmi Yati Abrar
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sofyan Saqi Futaki
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Registration