Ekonomi

Bupati Dukung Pengusaha Batik Pamekasan Ikut Pameran Internasional di Tanzania

Bupati Dukung Pengusaha Batik Pamekasan Ikut Pameran Internasional di Tanzania Dian Hendriani, pengusaha batik Pamekasan saat menemui Bupati Badrut Tamam di Pendopo Ronggosukowati Pamekasan. (FOTO: Akhmad Syafi'i/TIMES Indonesia)
Senin, 17 Juni 2019 - 18:59

TIMESINDONESIA, PAMEKASAN – Bupati Pamekasan mendukung pengusaha batik Pamekasan akan ikut memeriahkan pameran internasional Saba-saba di Tanzania, Afrika.

Salah satu pengusaha batik Pamekasan yang ikut pameran hasil kerjasama dengan Kedubes Indonesia untuk Tanzania itu adalah Dian Hendriani.

Bupati Badrut Tamam, menjelaskan bahwa pameran ini adalah buah ikhtiar yang cukup lama agar batik Pamekasan bisa dipasarkan ke luar negeri. Upaya ini untuk mendongkrak potensi industri batik yang ada di Bumi Gerbang Salam, kabupaten Pamekasan.

"Saya diundang ke Eropa Bdan ke Jepang untuk menjadi pembicara dan diajak kerjasama untuk memasarkan batik Pamekasan. Berarti batik Pamekasan sudah semakin terkenal," ungkap mantan ketua PKC PMII Jawa Timur ini.

Politisi PKB ini berharap agar pengusaha yang ikut pameran internasional ini bisa mendukung menuju Pamekasan Hebat Rajjeh, Bejreh tor Parjugeh.

"Serta bisa bersaing dengan kabupaten yang lainnya yang di Indonesia. Kita kembangkan mulai dari sektor batik, pertanian, pendidikan, kesehatan dan sektor yang lainnya," sambungnya.

Sementra Dian Hendriani, mengatakan pameran internasional Saba-saba akan digelar pada tanggal 7 Juli 2019 mendatang. "Pameran ini insyaAllah akan dibuka langsung oleh Presiden Tanzania pada tanggal 7 Juli dan akan berlangsung sampai tanggal 21 juli," katanya Rabu (12/06/2019) lalu.

Dikatakan, batik Pamekasan yang aiak dipamerkan diambil dari sejumlah pengrajin yang ada di Pamekasan. "Batik yang akan saya bawa ke pameran di Tanzania Afrika itu diambil dari pengrajin diantaranya dari pengrajin di desa Toronan, Desa Toket, Proppo dan Desa Tana Celleng," papar Dian.

Lebih lanjut, Dian berharap mudah-mudahan batik Pamekasan bisa go internasional dan pengrajin bisa menikmati hasil karyanya. "Karena selama ini yang menikmati hasil dari batik itu pedagang, sedangkan pengrajin batik itu terpuruk. Padahal ujung tombak dari batik itu adalah pengrajin," jelasnya.

Untuk diketahui, di pameran Saba-saba, Tanzania terbagi tiga stan pameran. Diantaranya, stan perusahaan farmasi, stan perusahaan makanan, dan terakhir stan batik, dimana batik Pamekasan dipamerkan. (*)

Jurnalis : Akhmad Syafii (MG-78)
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Madura

Komentar

Loading...
Registration