Ketahanan Informasi

Banjir di Tanah Bumbu, ACT Kalimatan Selatan Terus Patau Ketinggian Air

Banjir di Tanah Bumbu, ACT Kalimatan Selatan Terus Patau Ketinggian Air Banjir masih merendam beberapa titik di Kabupaten Tanah Bumbu. Pasang-surut laut mempengaruhi ketinggian air banjir. (FOTO: AJP/TIMES Indonesia)
Senin, 17 Juni 2019 - 08:55

TIMESINDONESIA, TANAH BUMBU – Tim MRI - ACT Kalimatan Selatan terus memantau banjir yang terjadi di sebagian wilayah di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

Dilaporkan banjir terjadi sejak Sabtu (8/6) hingga (15/6) ini. Pasang-surut air laut sangat mempengaruhi ketinggian air banjir di permukiman warga yang ada di Kecamatan Kusan Hulu dan Kusan Hilir, Tanah Bumbu.

Sungai Pagatan yang meluap hingga airnya merendam permukiman warga kini aliran airnya tertahan di muara. Limpahan air tak dapat mengalir langsung ke laut akibat tingginya permukaan air laut saat pasang. Akibatnya, permukiman warga masih terendam air banjir walau ketinggiannya mulai berkurang.

Nur Afik Bagustiana dari tim Masyarakat Relawan Indonesia (MRI)-ACT mengatakan, ketinggian air banjir di permukiman warga dapat berubah sewaktu-waktu. Hal ini dipengaruhi faktor alam seperti pasang-surut air laut serta cuaca yang masih belum menentu. “Kemungkinan air banjir dapat naik mengingat seharian ini wilayah Tanah Bambu diguyur hujan,” jelas Nur Afik, Jumat (14/6).

Dari pantauan relawan MRI pada Jumat (14/6) kemarin, kondisi kesehatan masyarakat di Kusan Hulu relatif baik. Di kecamatan ini air mulai surut walau terdapat genangan banjir di beberapa titik.

Sedangkan di Kusan Hilir yang menjadi muara sungai, terdapat peningkatan ketinggian air banjir. Naiknya permukaan air berkisar 2 hingga 5 sentimeter. Meningkatnya ketinggian air diakibatkan guyuran hujan yang terjadi selama seharian, serta pasang laut yang menghalangi limpahan air dari Kusan Hulu.

Walau permukaan air banjir mengalami peningkatan, masyarakat tetap bertahan di rumah masing-masing. Alasannya untuk menjaga harta beda. Selain itu, menurut mereka, tinggi air yang tak begitu mengkhawatirkan. Di rumah mereka, masyarakat membuat lantai tambahan semacam dipan untuk mereka tidur. Sebagian masyarakat juga ada yang memilih beristirahat di atas perahu kecil.

Masyarakat di Kusan Hilir dilaporkan sudah mulai terserang penyakit. Rata-rata mereka mengeluhkan penyakit kulit dan kini sudah ditangani pihak terkait di lokasi. “Sampai saat ini tim MRI-ACT terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memantau kondisi masyarakat serta evakuasi jika diperlukan dan pendistribusian bantuan,” tambah Nur Afik.

Sepekan sudah masyarakat di Tanah Bumbu terdampak banjir. Kebutuhan mendesak bagi mereka kini ialah bahan makanan pokok, susu untuk anak, popok bayi, pembalut, pakaian hangat, serta obat penangkal nyamuk. ACT Kalimatan Selatan terus membuka kantornya untuk menerima bantuan masyarakat yang akan didistribusikan kepada masyarakat terdampak. (*)

Jurnalis :
Editor : AJP-5 Editor Team
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

Komentar

Loading...
Registration