Peristiwa - Daerah

Kemenhub RI Akan Revitalisasi Terminal Giwangan Yogyakarta

Kemenhub RI Akan Revitalisasi Terminal Giwangan Yogyakarta Menteri Perhubungan (Menhub) RI Budi Karya Sumadi saat meninjau Terminal Giwangan Yogyakarta, Minggu (16/6/2019). (FOTO: A Riyadi/TIMES Indonesia)
Minggu, 16 Juni 2019 - 20:46

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Kementerian Perhubungan RI akan merevitalisasi 40 terminal tipe A se-Indonesia. Diantaranya adalah Terminal Giwangan Yogyakarta.

Diperkirakan, alokasi dana yang dibutuhkan untuk revitalisasi terminal se-Indonesia tersebut sekitar Rp 2 triliun. Hal itu bertujuan untuk meningkatkan pelayanan. Sehingga, membuat masyarakat tertarik menggunakan angkutan umum.

Menteri Perhubungan (Menhub) RI Budi Karya Sumadi menjelaskan, setelah melalui evaluasi, penyelenggaraan angkutan Lebaran 2019 berjalan baik. Namun pihaknya menyoroti adanya penurunan jumlah penumpang angkutan umum.

"Mudik berlangsung baik, tapi ada catatan bahwa angkutan massal belum maksimal. Karenanya, angkutan massal harus menjadi suatu konsep yang menyeluruh dengan revitalisasi terminal serta tersedianya armada yang mencukupi," kata Budi disela meninjau Terminal Giwangan Yogyakarta, Minggu (16/6/2019).

Budi Karya Sumadi menambahkan, Terminal Giwangan di Yogyakarta menjadi salah satu terminal tipe A yang akan direvitalisasi. Revitalisasi terminal ini juga akan menjadi percontohan bagi terminal-terminal tipe A lainnya.

"Terminal Giwangan harus direvitalisasi agar orang-orang yang selama ini tidak naik bus jadi naik bus lagi. Karenanya, Yogyakarta jadi satu dari lima percontohan yang akan dibangun tahun ini. Saya minta kepada wali kota kerja samanya. Kita ingin layanan terus meningkat," ujar Budi Karya.

Selain revitalisasi terminal, sambung Budi Karya, pihaknya juga bakal merealisasikan sebuah proyek pelayanan bus. Nantinya, operator bus diminta membuka pelayanan dan menyediakan armadanya. Sedangkan, pemerintah memberikan subsidi agar tarif bus bisa lebih terjangkau.

"Kalau sudah dibangun terminalnya, kita ada satu proyek namanya buy the service.Jadi pemerintah tidak memberikan bus tapi subsidi bagi masyarakat Yogyakarta untuk menggunakan bus. Katakanlah naik bus dari harganya Rp 10.000 menjadi Rp 5.000 per penumpang," imbuh Budi Karya saat berkunjung ke Terminal Giwangan Yogyakarta. (*)

Jurnalis : A Riyadi
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Yogyakarta

Komentar

Loading...
Registration