Wisata

Wisatawan Mancanegara Tertarik Sambangi Gunung Merapi

Wisatawan Mancanegara Tertarik Sambangi Gunung Merapi Suasana wisatawan berkunjung di Kawasan Lereng Gunung Merapi Yogyakarta. (FOTO: A Riyadi/TIMES Indonesia)
Minggu, 16 Juni 2019 - 18:26

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Aktivitas Gunung Merapi yang sering mengalami guguran ternyata turut menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara. Terutama dari Eropa, seperti Perancis yang mayoritas menyukai wisata alam.

“Guguran Merapi menjadi data tarik. Bukan membuat takut, tapi itu menjadi daya tarik wisata," kata Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Singgih Raharjo, Minggu (16/6/2019).

Wisata-Lereng-Merapi-2.jpg

Aktivitas Gunung Merapi atau guguran lava yang menjadi daya tarik terutama saat malam hari. Pesonanya begitu terlihat ketika lava yang keluar memancarkan warna merahnya.

“Banyak yang mengambil foto. Kalau yang senang itu wisatawan mancanegara, terutama Perancis. Kalau untuk domestik biasanya ke petilasan Mbah Maridjan,” papar Singgih.

Wisatawan dari Perancis selama ini memang mendominasi berkunjung ke Yogyakarta. Selain itu juga dari Belanda. “Wisatawan manca yang paling banyak, Belanda, Perancis, Jepang,” ungkap Singgih.

Wisata-Lereng-Merapi-3.jpg

Sedangkan target kunjungan selama 2019 sebanyak 500 ribu orang mancanegara. Sementara wisatawan domestik sebanyak 5 juta orang. "Dihitung dari mereka yang menginap di hotel bintang dan non-bintang,” terang Singgih.

Untuk kunjungan selama libur lebaran beberapa hari lalu, di lereng Merapi tercatat 175.451 orang. Tersebar di beberapa destinasi wisata, seperti Kaliurang dan Kaliadem.

Ketua Asosiasi Jip Wisata Lereng Merapi (AJWLM) Wilayah Barat Kabupaten Sleman, Dardiri menambahkan, untuk kunjungan wisata saat lebaran setiap harinya kisaran 7 sampai 8 ribu orang. Meningkat berlipat dibanding hari biasa.

"Kalau hari biasa, kunjungan wisatawan ke Kawasan Obyek Gunung Merapi kisaran 700 sampai 800 orang,” kata Dardiri. (*)

Jurnalis : Dwijo Suyono
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Yogyakarta

Komentar

Registration