Peristiwa - Daerah

Ribuan Warga Kota Probolinggo Ikuti Colour Run Tolak Rusuh 

Ribuan Warga Kota Probolinggo Ikuti Colour Run Tolak Rusuh  Peserta colour run Kota Probolinggo menaburkan bubuk aneka warna sebagai simbol keberagaman yang tetap satu. (FOTO: M. Choirul, Happy L. Tuansyah for TIMES Indonesia)
Minggu, 16 Juni 2019 - 11:08

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Ribuan warga Kota Probolinggo, Jawa Timur, memadati alun-alun setempat untuk mengikuti acara colour run, tolak kerusuhan. Ini merupakan bentuk dukungan pada Pemerintah RI, yang saat ini tengah menjalani sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi, Jakarta.

Colour run, dipilih sebagai bentuk dukungan lantaran memiliki filosofi tersendiri. Aneka warna yang ditaburkan oleh para peserta, merupakan simbol dari keberagaman parpol di tanah air, sebagai peserta pemilu 2019. Kendati berbeda, aneka warna itu dapat disatukan, aman dan damai.

“Harapannya dengan segala perbedaan itu, tetap menyatukan kami. Sebagai warga negara Indonesia yang aman, damai dan kondusif,” tegas Kapolresta Probolinggo, AKBP Alfian Nurrizal, Minggu (16/5/2019).

Colour-RUn.jpg

Terpisah, Ketua KPU Kota Probolinggo, Ahmad Hudri menyebut, tudingan ketua BPN Bambang Widjojanto soal indikasi penggelembungan suara di wilayahnya, belum terbukti. Sejauh ini, pihaknya masih belum menerima konfirmasi lanjutan dari KPU Pusat, terkait tudingan tersebut.

Namun demikian, Hudri menyebut pihaknya sudah memberikan alat bukti pokok, dari KPU Kota Probolinggo ke KPU RI, melalui KPU Provinsi Jawa Timur.

“Itukan masih sidang pendahuluan di MK, ada beberapa gugatan yang disampaikan. Tinggal nanti yang menjadikan sampling dan alat bukti dugaan-dugaan penggugat itu sampai mana. Sejauh ini belum ada instruksi dari pusat, agar KPU Kota Probolinggo menyiapkan alat bukti lanjutan,” ujarnya.

Sejauh ini, berdasarkan informasi dari pihak Polresta Probolinggo, tidak ada indikasi warga setempat yang ikut dalam aksi di sekitar gedung MK. Baik pihak kepolisian, KPU dan Bawaslu menghimbau, agar masyarakat setempat tenang dan menyerahkan proses sengketa pemilu 2019 pada persidangan PHPU di MK. Warga diminta untuk tetap tenang dan tidak bertindak main hakim sendiri. (*)

Jurnalis : Happy L. Tuansyah
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : TIMES Probolinggo

Komentar

Loading...
Registration