Kopi TIMES

Pilkades, di Antara Harapan dan Kenyataan

Pilkades, di Antara Harapan dan Kenyataan Hary Prasetyo, LPM Oase Nusantara Ponorogo (Grafis: TIMES Indonesia)
Sabtu, 15 Juni 2019 - 14:15

TIMESINDONESIA, PONOROGO – Perhelatan pemilu serentak masih menyisakan lerak-lerak perbedaan paradigma, dengan orientasi mereka masing-masing dan semua menginginkan perubahan menuju kebaikan.

Tapi belum usai pemilu serentak sebagian masyarakat Memasuki musim "Pemilihan Kepala Desa", strategi politik terekstrim dan termajemuk walaupun dalam lingkaran terkecil. 

Pemilihan Kepala Desa akan menjadikan perubahan terstruktur, arah penggunaan serta (pengelolaan Dana Desa, Bantuan Keuangan Desa, Pendapatan Asli Desa atau bantuan pihak ketiga) sebuah desa agar berpihak kepada masyarakat secara langsung.

Berpihak dalam artian dalam RPJMDesa itu murni apa yang diinginkan Masyarakat (bukan cuma pelaku desa), dalam tahap ini diperlukan seorang Kepala Desa yang mampu berjalan mengikuti regulasi mensejahterakan masyarakat.

Seringkali Kepala Desa itu terdikte oleh Perangkat Desa lainnya sehingga mengabaikan kepentingan dan keinginan masyarakat.

Pilih kepala desa berkualitas dan  berkapasitas, kadang realitasnya dipengaruhi oleh banyak sekali aspek, dari money politics sampai dugaan strategi judi, dari masalah pribadi sampai masalah partai dan pasti masih menarik benang merah dari sejarah Pemilihan Kepala Desa sebelum-sebelumnya untuk mengkotak pemilih.

Orientasi pemilih masih seringkali ke aspek-aspek lain yang cenderung ke negatif, sehingga jauh dari terbentuknya desa yang mampu menjamin hajat hidup rakyatnya.

Mari memilih ikhlas dimulai dari kita masing-masing, siapa tau anak cucu kita nanti bisa jadi kepala desa tanpa money politics yang memberatkannya. (*)

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

Jurnalis : Evita Mukharomah (MG-74)
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Sofyan Saqi Futaki
Sumber : TIMES Ponorogo

Komentar

Loading...
Registration