Senin, 23 September 2019
Peristiwa - Daerah

Aksi Massa di MK, Moeldoko: Jangan Macam-Macam

Aksi Massa di MK, Moeldoko: Jangan Macam-Macam Ilustrasi: Gedung Mahkamah Konstitusi RI. (FOTO:Istimewa)
Jum'at, 14 Juni 2019 - 16:59

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, menekankan agar masyarakat tetap menciptakan kondisi damai sehingga jangan sampai ada pihak-pihak yang mengancam perdamaian di masa sidang MK terkait sidang sengketa Pilpres 2019.

Hal itu terkait dengan demonstrasi sejumlah massa di sekitar patung kuda Jalan Medan Merdeka Barat selama Mahkamah Konstitusi menggelar sidang perdana permohonan perselisihan pemilihan umum atau PHPU Presiden 2019 pada Jumat (14/6/2019) hari ini. 

"Ya pokoknya, jangan macam-macam. Jangan macam-macam. Negara ini perlu damai, masyarakat perlu damai. Jangan bikin macam-macam. Kita akan bikin sesuatu kalau macam-macam, sudah begitu saja," kata Moeldoko di gedung Krida Bhakti Jakarta, Jumat (14/6/2019). 

Koordinator aksi, Abdullah Hehamahua mengatakan akan ada sekitar dua ribu orang dari wilayah Jabodetabek yang akan menggelar aksi di kawasan patung kuda. Mereka berasal dari GNPF, FPI, Alumni 212 dan sejumlah alumni mahasiswa.

Aksi itu dilakukan di sekitar patung kuda karena Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian sudah mengatakan tidak mengizinkan massa yang melakukan aksi di depan gedung MK untuk mengawal persidangan Perselisihan Hasil Pemilu (PHPU) Pilpres 2019 pada hari ini.

"Saya pikir, harus konsisten ya apa yang diucapkan oleh pimpinannya dengan yang di bawah. Jangan mereka merasa punya kekuatan, Marilah kita sama-sama jaga situasi dengan baik. Masyarakat sudah tenang, sudah merasa nyaman, dimunculkan lagi ada gerakan lapangan. Buat apa itu? Sudah percayakan saja pada MK yang tidak lama lagi ya, kita tunggu saja," tambah Moeldoko.

Dimana sebelumnya memang calon presiden 01 Prabowo Subianto melalui video memohon kepada para pendukungnya agar selama proses tersebut tidak usah hadir di gedung MK dan sekitarnya.

"Ya Kapolri kan sudah sampaikan tidak mau ambil risiko ada gangguan atas kelancaran sidang. Sidang di MK ini menentukan masa depan Indonesia, jadi jangan sampai ada yang mengganggu, begitu saja," tandas Moeldoko.(*)

Jurnalis : Hasbullah
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Registration