Peristiwa - Daerah

Pasca Lebaran Volume Sampah di Probolinggo Meningkat 11 % Perhari

Pasca Lebaran Volume Sampah di Probolinggo Meningkat 11 % Perhari Kondisi TPA Anggrek, Kota Probolinggo, Jawa Timur. (FOTO: Happy L. Tuansyah/TIMES Indonesia)
Jum'at, 14 Juni 2019 - 16:17

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Sejak Ramadhan hingga pasca lebaran 2019, volume sampah di Probolinggo, Jawa Timur, meningkat drastis. Peningkatan terjadi sebesar 11 persen atau 21 ton perharinya. Namun demikian, tidak sampai ada penumpukan atau overload.

Berdasarkan data Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Pemkot Probolinggo, mencatat peningkatan volume sampah hingga 11 persen perhari, jika dibandingkan hari biasa.

Jumlah sampah harian yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) di jalan anggrek Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo perhari umumnya berkisar 54 ton. Namun saat ramadan hingga lebaran 2019 lalu, jumlahnya meningkat menjadi 65 ton perhari.

Meski terjadi peningkatan volume sampah, namun tidak sampai membuat TPA overload. Karena telah dilakukan antisipasi sebelumnya, yang mengacu pada trend peningkatan sampah setiap tahunnya.

“Kami melakukan penataan armada dan petugas, yang meliputi kendaraan pengangkutan sampah. Penambahan bak dan gerobak sampah. Serta tenaga tukang sapu dan penarik gerobak sampah. Sehingga peningkatan volume sampah dapat tertangani dengan baik,” terang Kadis KLH, Budi Krisyanto, Jumat (14/6/2019).

Sementara itu, gunungan sampah yang ada TPA jalan anggrek mayangan ini, merupakan pembuangan sampah sebanyak 30 persen atau sekitar 54 ton. Dari total perkiraan sampah yang ada di Kota Probolinggo, yang jumlahnya mencapai 170 ton persen.

Data tersebut tercatat dari jumlah kiriman sampah melalui mesin timbang. Yang ada di pintu masuk pembuangan sampah TPA jalan anggrek.

Jika kapasitas TPA jalan anggrek tersebut tidak ingin overload, maka masyarakat sebagai sumber sampah diminta untuk segera mengurangi jumlah pembuangan sampah dan melakukan pemilahan. Dengan cara melakukan 3M. Yakni menggunakan kembali, mengurangi, dan mendaur ulang sampah. “Sehingga tidak semua sampah ditampung di tempat pembuangan akhir,” tandas mantan Asisten Ekonomi dan pembangunan (Asekbang), Pemkot Probolinggo ini. (*)

Jurnalis : Happy L. Tuansyah
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Probolinggo

Komentar

Loading...
Registration