Wisata

Tradisi Praonan di Hari Raya Ketupat

Tradisi Praonan di Hari Raya Ketupat Tradisi Praonan. (suaraharianpagi)
Rabu, 12 Juni 2019 - 23:02

TIMESINDONESIA, PASURUANHari Raya Ketupat, selain identik dengan masakan ketupat dan lontong, juga identik dengan berwisata. Masyarakat di Pasuruan pun merayakan Hari Raya Ketupat atau H+7 ini dengan mengikuti Tradisi Praonan dan Petik Laut.

Mereka berbondong-bondong mendatangi sejumlah tempat wisata yang ada, bersama dengan sanak saudara. Maupun mengunjungi wilayah pesisir Pantura Pasuruan.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, tradisi Praonan di wilayah Pesisir selalu dipadati oleh pengunjung. Tua-muda dan anak-anak, tampak riang gembira menaiki perahu atau kapal layar milik nelayan setempat, yang dalam kesempatan ini dialihfungsikan untuk melayani para pengunjung yang kebanyakan dari luar daerah, untuk berlayar ke tengah laut.

Meski terik matahari menyengat, namun tak menghilangkan rasa senang para penumpang yang tampak antusias menaiki perahu atau kapal motor hingga ke tengah laut lepas.

Seperti yang diungkapkan oleh Santoso (50) warga Kecamatan Pohjentrek, yang mengajak anak dan cucunya untuk "Praonan" ke tengah laut. "Ngemong cucu mas, karena nggak bisa sewaktu-waktu naik perahu. Ya senanglah cucu saya, karena tidak pernah naik kapal," ujar Santoso.

Hanya dengan harga "tiket" sebesar Rp.5 ribu, masyarakat pun cukup puas bisa menaiki kapal hingga ke tengah laut dan ke wilayah perairan hangat yang sering terdapat kemunculan kawanan Hiu Tutul.

"Tradisi Praonan ini, sudah mendarah daging. Sehingga kalo nggak naik kapal atau praonan, rasanya kurang lengkap. Bagi para nelayan, ya lumayan lah buat tambah penghasilan di H+7 ini," terang Ridwan (20), salah satu nelayan yang menyewakan perahunya di Hari Raya Ketupat tersebut. (*)

Jurnalis : Robert Ardyan
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Pasuruan

Komentar

Loading...
Registration