Kamis, 19 September 2019
Politik

Wacana Pembubaran Koalisi, PSI Sebut Logika Partai Demokrat Aneh

Wacana Pembubaran Koalisi, PSI Sebut Logika Partai Demokrat Aneh Raja juli saat memberikan sambutan dihadapan kader PSI. Selasa, 11/12/2018(FOTO:Nasrullah/TIMESIndonesia)
Senin, 10 Juni 2019 - 22:06

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni menilai logika Wasekjen Partai Demokrat Rachland Nashidik aneh mengenai pembubaran koalisi capres dan cawapres. Menurut Antoni, dirinya tidak terlalu paham logika Partai Demokrat tersebut.

"Koalisi Jokowi-Ma'ruf yang tergabung di TKN masih eksis. Proses perkara di MK masih diurus penuh oleh TKN. Jadi tidak mungkin bubar secara organisatoris sampai pak Jokowi dan kiai Ma'ruf ditetapkan secara legal-konstitusional sebagai presiden dan wakil presiden terpilih," ujar Antoni di Jakarta, Senin (10/6/2019).

Lebih jauh lagi, kata Antoni, partai-partai yang tergabung di TKN diharapkan menjadi koalisi permanen selama 5 tahun untuk mengawal pemerintahan duet Jokowi-KH Ma'ruf Amin. Partai koalisi, kata dia, harus memastikan janji politik Jokowi-Ma'ruf selama kampanye dapat diimplementasikan dengan baik.

"Kami harapkan koalisi di TKN menjadi parmanen untuk mangkawal dan memastikan janji politik dan program-program Jokowi-Ma'ruf bisa terlaksana," papar Antoni.

Antoni juga mempersilahkan partai lain di luar koalisi Jokowi-Ma'ruf bergabung dan mendukung pemerintahan Jokowi. Yang terpenting, kata dia, niatnya baik dan tulus.

"Bahwa ada partai-partai lain di luar TKN yang akan bergabung dengan koalisi Jokowi-Ma'ruf, silakan saja sepanjang ada niat baik mendukung pemerintahan pak Jokowi-kyai Ma'ruf kami sangat welcome," tambahnya menyoal logika Partai Demokrat. (*)

Jurnalis : Hasbullah
Editor : Dody Bayu Prasetyo
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Registration