Senin, 16 September 2019
Peristiwa - Daerah

Advokat Heru Lestarianto Ingatkan Warganet Berhati-hati dan Santun Bermedsos

Advokat Heru Lestarianto Ingatkan Warganet Berhati-hati dan Santun Bermedsos Advokat Heru Lestarianto Ingatkan Warganet Berhati-hati dan Santun. (FOTO: Fajar Rianto/TIMES Indonesia)
Senin, 10 Juni 2019 - 15:11

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTAAdvokat Yogyakarta, Heru Lestarianto SH mengingatkan kepada masyarakat yang bermain media sosial untuk selalu berhati-hati. Sebab, memasuki era digital seperti saat ini pemilik akun media sosial (medsos) harus bisa berpikir bijaksana ketika akan mengunggah status atau mengomentari suatu isu.

"Kita juga tidak boleh mengesampingkan keberadaan UU ITE. Dimana telah menimbulkan kesan seperti UU Subversi dalam penerapannya. Kini mengkritik pemerintah bisa disalah artikan dan justru jadi bumerang," kata Heru kepada TIMES Indonesia (10/6/2019).

Sebagai praktisi hukum, anggota DPD Konggres Advokat Indonesia (KAI) DIY ini mengaku perlu memberikan pengetahuan masalah hukum kepada masyarakat. Heru juga berharap, pada wakil rakyat yang duduk di kursi DPR RI bisa merevisi UU ITE.

"Ini untuk kebaikan semua pihak dalam upaya penegakan hukum kedepannya," terang pengacara yang memulai kariernya di Banjarmasin, Kalimantan Selatan tahun 2002 lalu.

Heru berpendapat, posisi Polri hanyalah sebagai penyidik. Para penyidik Polri hanya ikut apa yang jadi kata Undang undangnya saja.

"Siapapun orangnya yang berani mengkritik pemerintah, bisa terjerat dengan UU ini," terang Heru.

Selain berhati -hati, alumnus Fakultas Hukum Universitas Negeri Lambung Mangkurat ini berpesan bagi segenap pengguna medsos. Sebaiknya mereka juga tidak sembarangan mengumbar kata-kata. Tetapi, warganet harus santun dan saling menghormati. Sebagai rem supaya para pengguna medsos tidak terlalu berani menggumbar kalimat.

Di satu sisi mereka juga wajib menahan diri dan mengingat. Sedikit banyak sudah di tunggu oleh pasal demi pasal dalam UU tersebut.

"Sebaiknya memang harus diberi kelonggaran supaya demokrasi tetap berjalan. Bagaimanapun pemerintah juga perlu dikritisi asal positif dan bersifat membangun. Marilah kita semua, warganet agar bermedsos secara bijak dan santun," jelas Heru Lestarianto, advokat Yogyakarta ini. (*)

Jurnalis : Fajar Rianto
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Yogyakarta

Komentar

Registration