Gaya Hidup

Tips Menghadapi Tantrum pada Anak

Tips Menghadapi Tantrum pada Anak ILUSTRASI (FOTO: Hello Sehat)
Senin, 27 Mei 2019 - 04:23

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Akhir-akhir ini si kecil suka marah-marah? Mungkin ia sedang memasuki masa tantrum atau ungkapan emosi ekstem yang ditandai dengan tangisan, teriakan dan gerakan tubuh yang penuh dengan “kekerasan”. Sebagai orang tua, Anda tidak perlu khawatir berlebihan saat berhadapan dengan anak yang tantrum. Anda harus mengatasi tantrum dengan cara yang tepat.

Langkah awal yang bisa Anda lakukan untuk menghadapi tantrum pada anak adalah membiarkannya saja. Selanjutnya, Anda dapat melakukan langkah-langkah berikut supaya tantrum pada anak tidak berlanjut.

1. Ajak anak berbicara dengan lembut

Anak yang tantrum sedang memiliki moodyang kurang baik dan cenderung bersikap agresif. Sebagai orang tua, Anda wajib menghadapi situasi ini dengan kepala dingin. Usahakan untuk mengajak anak berbicara dan menanyakan mengapa dirinya menangis atau marah-marah.

Lakukan pembicaraan secara lembut, dan tunjukan pada anak bahwa Anda mencintai dirinya. Alihkan perhatian anak dengan memuji segala sikap baik yang sempat dilakukannya saat tidak tantrum. Beritahukan pula bahwa Anda lebih menyukai sikap anak yang baik dan penurut, bukan yang marah-marah seperti yang dilakukannya saat sedang tantrum.

2. Alihkan perhatian anak

Anak sangat mudah terdistraksi. Untuk itu, saat tantrum menyerang cobalah untuk mengalihkan perhatian anak dengan sesuatu yang menarik perhatian lebih dari apa yang diinginkannya saat itu.

Beberapa hal yang bisa Anda jadikan pengalih perhatian, misalnya mainan yang sudah lama tidak disentuhnya, makanan kesukaan, atau acara televisi favorit yang sudah lama tidak ditonton bersama. Anda juga bisa mengajaknya bermain bersama atau melakukan kegiatan yang menyenangkan bersama-sama.

3. Kendalikan emosi

Separah apapun kondisi tantrum anak, pastikan Anda menahan diri dan mengendalikan emosi. Jangan terpancing, apalagi berkeinginan untuk membentak atau memukul anak. Tindak kekerasan bukanlah hal yang tepat untuk menghadapi tantrum pada anak.

Apabila Anda merasa bahwa emosi sudah diujung tanduk, cobalah untuk menarik napas dalam-dalam dan embuskan secara perlahan. Saat emosi Anda sudah mulai stabil, cobalah untuk menenangkan anak dengan sikap tegas yang dibalut kasih sayang. Intinya, jangan ikutan terpancing emosi saat anak sedang tantrum. Kendalikan diri sebelum Anda mengendalikan emosi si Kecil.

4. Beri pelukan

Cobalah untuk memerikan pelukan pada anak yang tantrum. Pelukan dari orang tua akan membuat anak merasa aman, diperhatikan dan dicintai sepenuh hati.

Saat memberikan pelukan, pastikan Anda melakukannya perlahan dan bertahap. Jangan dilakukan secara terburu-buru, karena bisa membuat anak menganggap bahwa apa yang Anda lakukan adalah tindakan “palsu”.

Tidak setiap hal yang diinginkan anak harus Anda penuhi. Jika sewaktu-waktu si Kecil tantrum, tenangkan diri dan hadapi dengan kepala dingin. Kendalikan emosi, kendalikan keadaan dan lakukan segala upaya dengan penuh kesabaran supaya tantrum anak tidak terjadi berkelanjutan. (*)

Jurnalis :
Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : klikdokter.com

Komentar

Loading...
Registration