Peristiwa - Daerah

Periode Kedua Jokowi Harus Fokus Pembangunan SDM dan Penanganan Radikalisme

Periode Kedua Jokowi Harus Fokus Pembangunan SDM dan Penanganan Radikalisme Dari kanan-kiri: Wakil Ketua DPW Seknas Jokowi Jawa Timur Sapto Raharjanto, Pakar Hukum Universitas Jember Prof Dr Dominicus Rato, Dewan Pembina Seknas Jokowi Jawa Timur Hari Putri Lestari, dan Ketua GMNI Cabang Jember Irham Fidaruzziar.
Minggu, 26 Mei 2019 - 20:22

TIMESINDONESIA, JEMBER – Dewan Pembina Seknas Jokowi Jawa Timur Hari Putri Lestari menegaskan bahwa semua kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan tetap berlandaskan pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 dalam periode kedua pemerintahannya nanti.

Hal tersebut ditegaskan Hari Putri Lestari saat menjadi narasumber dalam diskusi publik 74 tahun Pancasila di Cafe Tipis-Tipis, Jalan Danau Toba, Jember, Jawa Timur, Minggu (26/5/2019).

"Jokowi jelas orang nasionalis. Semua kebijakannya tidak boleh lepas dari Pancasila," kata perempuan yang akrab disapa Tari itu.

Salah satu kebijakan Presiden Jokowi yang terus dilanjutkan yakni pembangunan sumber daya manusia (SDM) di seluruh daerah di tanah air.

Tari menerangkan bahwa pembangunan SDM yang merata perlu menjadi prioritas dalam program pembangunan Presiden Jokowi di periode keduanya ini. Di samping melanjutkan pembangunan infrastruktur di seluruh pelosok tanah air.

"Pembangunan infrastruktur harus tetap jalan,  namun apa gunanya jika SDM tidak mampu bersaing dengan negara lain. Tantangan kita adalah dengan negara-negara ASEAN," ujar politikus PDIP tersebut.

Dia menambahkan, masyarakat juga harus mendukung dan berpartisipasi dalam proses pembangunan tersebut.

"Kami akan mengawal kebijakan Jokowi melalui legislatif di daerah. Dan masyarakat harus berpartisipasi agar pembangunan jangan sampai berhenti," imbuhnya.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Pakar Hukum Universitas Jember Prof Dr Dominicus Rato mengatakan bahwa pekerjaan besar Presiden Jokowi dalam periode keduaya adalah melanjutkan upaya Indonesiasentris. Melalui pembangunan berbagai sektor yang merata di seluruh Indonesia. Seperti salah satunya yaitu pembangunan infrastruktur.

Senada dengan Tari, Dominicus menerangkan bahwa Jokowi harus menggenjot pembangunan SDM.

Namun, dia menekankan bahwa pembangunan SDM tersebut juga dilakukan dalam rangka membendung paham-paham radikalisme yang berseberangan dengan ideologi Pancasila.

"Yang pertama (harus dilakukan Presiden Jokowi, Red) adalah (penanganan, Red) radikalismenya dulu. Karena kalau radikalisme ini masih subur pemerataan pembangunan apapun akan terhambat. Penanganan radikalisme ini bisa dilakukan bersamaan dengan pembangunan sumber daya manusia," ujar Dominicus.

Dia melanjutkan, pembangunan SDM tersebut diharapkan dapat mensukseskan pembangunan di daerah sampai ke desa-desa.

Kendati demikian, dia juga mengingatkan bahwa pembangunan SDM juga harus diikuti dengan pembukaan lapangan kerja yang lebih luas.

"Kalau kita punya banyak sarjana tapi sulit mencari kerja maka jadi sumber masalah lagi. Radikalisme bisa masuk ke sana melalui bentuk lain, seperti munculnya ide-ide radikal," tuturnya.

Tidak hanya itu. Kurangnya lapangan pekerjaan juga berimbas pada daya beli masyarakat yang merosot. Hal tersebut menurut Dominicus juga memicu tumbuhnya radikalisme.

"Jika harga-harga tinggi masyarakat tidak bisa membeli jadi masalah juga. Mungkin sekolah gratis, tapi mereka juga butuh pakaian, butuh makan," tukasnya.

Karena itu, dia berharap agar program "kartu sakti" Jokowi, di antaranya Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP), serta wacana pembuatan kartu prakerja harus dilanjutkan untuk mematikan embrio radikalisme di masyarakat.

"Juga untuk tujuan mewujudkan Indonesiasentris. Karena Jawasentris selama ini berpotensi memunculkan gerakan-gerakan radikal di Indonesia," imbuhnya.

Selain dihadiri Hari Putri Lestari dan Prof Dr Dominicus Rato, diskusi publik tersebut juga dihadiri Ketua GMNI Cabang Jember Irham Fidaruzziar dan Wakil Ketua DPW Seknas Jokowi Jawa Timur Sapto Raharjanto. (*)

Jurnalis : Dody Bayu Prasetyo
Editor : Dody Bayu Prasetyo
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Jember

Komentar

Loading...
Registration