Peristiwa - Daerah

Kabid Humas Polda DIY Sindir Wartawan Seperti Anak TK

Kabid Humas Polda DIY Sindir Wartawan Seperti Anak TK Kepala Bidang Humas Polda DIY AKBP Yulianto menyerahkan bingkisan. (FOTO: Dwijo Suyono/TIMES Indonesia)
Sabtu, 25 Mei 2019 - 12:57

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Kepala Bidang Humas Polda DIY AKBP Yulianto menyidir awak media seperti anak Taman Kanak-Kanak (TK). Sindiran ini disampaikan Yulianto ketika menggelar acara buka bersama dengan wartawan di Rich Hotel Jalan Magelang Yogyakarta, Jumat (24/5/2019).

“Jika masih ingat, ketika Gus Dur mengatakan DPR seperti anak TK. Maka, saya saat ini juga ingin mengatakan bahwa wartawan saat ini seperti anak TK,” sindir Yulianto disambut gelak tawa puluhan wartawan yang hadir dalam acara tersebut.

Dalam kesempatan itu, Yulianto menerangkan, saat ini banyak berita yang ditulis oleh para jurnalis lebih kepada pola pikir apa yang disukai. Ini.terkadang ada tulisan yang ditulis oleh wartawan lebih mengandung subyektif dan kurang independen.

“Jika anak TK mengejar apa yang di sukai. Nah, inilah yang dimaksud mengapa wartawan juga mengejar apa yang disukai nya jadi persis anak TK,” kelakarnya.

Menurut Yuli, sebenarnya apa yang dituliskan oleh wartawan mampu berfungsi sebagai penetral suasana dengan informasi yang obyektif. Sehingga, masyarakat akan mendapat informasi yang baik dan benar.

“Namun demikian, kita tahu bahwa industri media punya kepentingan tertentu dalam sebuah persoalan yang ada,” terangnya.

Ketua PWI DIY, Sihono HT mengatakan, saat ini industri media tengah berjuang keras di tengah maraknya berbagai informasi yang muncul melalui media sosial. Baginya, kerja wartawan dan polisi memiliki kesamaan. Sebab, keduanya dilindungi dan dilandasi oleh undang-undang. Wartawan dilindungi oleh UU Nomor 49 tentang pers.

“Tugasnya, menyampaikan secara benar informasi kepada masyarakat atau publik  dan hal tersebut juga harus dipertanggungjawabkan kepada berbagai pihah,” kata Sihono.

Sihono menambahkan, derasnya informasi melalui media sosial akan membuat berbagai pihak semakin dewasa. Sebab, sebuah informasi akan mengandung nilai.

“Terlihat ada perbedaan aspek nilai antara informasi dari medsos dengan media mainstream yang ada,” papar Sihono, wartawan Media Cetak Kedaulan Rakyat. (*)

Jurnalis : Dwijo Suyono (CR-139)
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : TIMES Yogyakarta

Komentar

Loading...
Registration