Selasa, 17 September 2019
Peristiwa - Nasional

Duet Prabowo-Sandi Diminta Tak Cuci Tangan Peristiwa Aksi 22 Mei

Duet Prabowo-Sandi Diminta Tak Cuci Tangan Peristiwa Aksi 22 Mei Massa Aksi di kawasan Jl MH Thamrin yang digelar pada Rabu (22/05/2019). (foto: Dok. TIMES Indonesia)
Jum'at, 24 Mei 2019 - 18:03

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Direktur Program TKN duet Jokowi-KH Ma'ruf Amin, Aria Bima menyesalkan sikap pasangan duet Prabowo-Sandi yang terkesan cuci tangan atas aksi pada 21 Mei dan 22 Mei 2019 di Jakarta.

Pasalnya, di satu pihak, Prabowo-Sandi mendelegitimasi hasil pemilu dan mendorong pendukungnya turun ke jalan. Namun, di lain pihak, tidak mau bertanggung jawab atas aksi pada 21 Mei dan 22 Mei 2019 yang berujung ricuh.

"Sikap ambigu yang ditunjukkan Prabowo-Sandi, satu pihak mendelegitimasi hasil pemilu, mendorong pendukungnya untuk bergerak demo di jalanan dengan narasi kecurangan pemilu. Sementara di sisi lain berusaha cuci tangan dengan menyatakan tidak bertanggung jawab terhadap peristiwa 21 dan 22 Mei kemarin," kata Aria Bima di Posko Cemara, Jalan Cemara, Menteng, Jakarta, Jumat (24/5/2019).

Menurut Aria, sebagai pemimpin pasangan duet Prabowo-Sandi harus menegaskan sikap konstitusionalnya. "Jangan bermain dua kaki dan jangan menunjukkan sikap ambigu. Dalam saat sepenting ini, tugas kaum pemimpin untuk menjaga persatuan di atas segalanya," ungkap dia.

Karena itu, Aria meminta duet Prabowo-Sandi untuk konsisten menempuh jalur konstitusional. Termasuk, meminta pendukungnya agar tidak perlu menggunakan politik jalanan dalam menanggapi hasil pemilu 2019. "Ini penting bagaimana TKN mendorong Pak Prabowo-Sandi konsisten dalam sikap mendukung jalan konstitusional," katanya.

Aria menegaskan, TKN tetap menghargai upaya konstitusi duet Prabowo-Sandi lewat proses gugatan sengketa pemilu di MK RI. "Kenapa? karena sebelumnya tim BPN Prabowo-Sandi tak ingin tindaklanjuti berbagai hal yang ditemukan di dalam asumsi dugaan kecurangan ke Bawaslu dan ke MK," ucap Aria. (*)

Jurnalis : Hasbullah
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Registration