Senin, 16 September 2019
Peristiwa - Daerah

Akademisi UGM Serukan Persatuan dan Perdamaian Pasca Pemilu 2019

Akademisi UGM Serukan Persatuan dan Perdamaian Pasca Pemilu 2019 Rektor UGM Prof Panut Mulyono saat memberikan keterangan pers. (FOTO: Ahmad Tulung/TIMES Indonesia)
Jum'at, 24 Mei 2019 - 14:56

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Gabungan dosen dan akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM) mengaku prihatin atas kondisi situasi politik akhir-akhir ini. Terlebih, pasca pengumuman pemenang Pemilihan Presiden 2019 oleh KPU RI yang menyataka pasangan Joko Widodo dan KH. Ma’ruf Amin sebagai pemenang.

Rektor UGM Prof Panut Mulyono mengatakan, perbedaan preferensi politik merupakan sesuatu yang biasa. Sebab, perbedaan merupakan sebuah rahmat. Namun demikian, jangan sampai perbedaan tersebut harus dapat mempertahankan dan memperkuat kesatuan dan persatuan Indonesia.

“Terlalu lama bangsa ini terjebak dalam ketegangan yang tidak perlu hanya karena aspirasi dan preferensi politik yang berbeda. Terlalu besar sumber daya yang telah dicurahkan akibat perbedaan aspirasi tersebut. Jika ini terus terjadi berlarut-larut hanya ada satu kepastian yaitu bangsa ini akan tertinggal dari negara-negara tetangga kita,” kata Panut kepada wartawan di UGM, Jumat (24/5/2019).

Panut mengajak kepada seluruh elemen masyarakat Indonesia termasuk elit politik untuk mengedepankan amanah Proklamasi 17 Agustus 1945. Menjaga nilai-nilai kejujuran, integritas dan tidak menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan.

“Marilah meninggalkan penyebaran berita bohong dan saling mendiskreditkan antar anak bangsa. Marilah kembali kita bersatu, menjunjung persatuan dan kesatuan dan menjunjung integritas untuk bersama-sama membangun Indonesia. Mari jaga perdamaian pasca Pemilu 2019,” terang, Dr Rimawan Pradiptyo, dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM. (*)

Jurnalis : Ahmad Tulung
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Yogyakarta

Komentar

Registration