Kamis, 19 September 2019
Peristiwa - Nasional

Menristekdikti Dorong Kontribusi Pesantren Tingkatkan APK Pendidikan Tinggi

Menristekdikti Dorong Kontribusi Pesantren Tingkatkan APK Pendidikan Tinggi Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) RI, Mohamad Nasir. (FOTO: Ivan Iskandaria/TIMES Indonesia)
Jum'at, 24 Mei 2019 - 11:15

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) RI, Mohamad Nasir mendorong pesantren-pesantren di Indonesia turut berkontribusi dalam meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Tinggi Indonesia.

Menteri Nasir meminta paling tidak 500 dari sekitar 29.000 pesantren di Indonesia untuk mengembangkan perguruan tinggi minimal pada tingkat akademi komunitas.

"Harapannya 5 tahun ke depan mulai dari Aceh sampai dengan Papua kurang lebih 500 pesantren akan didorong memiliki pendidikan tinggi di luar bidang agama sesuai dengan potensi dan kearifan lokal masing-masing daerah," kata Menristekdikti dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (24/5/2019).

Menteri Nasir menjelaskan jika setiap akademi komunitas yang didirikan pesantren memiliki 500 mahasiswa, maka pesantren akan berkontribusi menciptakan 25.000 mahasiswa dan turut meningkatkan APK pendidikan tinggi Indonesia yang saat ini masih pada angka 34,5 persen.

Ia juga meminta perguruan tinggi yang dikembangkan pesantren sesuai dengan potensi dan kearifan lokal yang ada. Salah satunya seperti bidang 'herbalife' yang menjadi salah satu fokus Stikes Khas Kempek.

“Kalau STIKES KHAS Kempek dapat memformulasikan paten 'herbamedicine' maupun 'herbalife', karena Indonesia kaya akan biodiversity (keanekaragaman hayati),  Insya Allah para santriwan dan santriwati akan bisa menghasilkan terobosan inovasi agar kedepannya bangsa Indonesia menjadi mandiri dan tidak lagi bergantung dengan obat-obatan impor," tutur Menristekdikti. (*)

Jurnalis : Ivan Iskandaria (MG-69)
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sofyan Saqi Futaki
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Registration