Peristiwa - Daerah

Peringati Nuzulul Qur'an, Bupati Bondowoso: Ada Kekerasan Berkedok Al Qur’an

Peringati Nuzulul Qur'an, Bupati  Bondowoso: Ada Kekerasan Berkedok Al Qur’an Bupati Bondowoso Drs KH Salwa saat menyampaikan sambutan dalam acara Peringatan Nuzulul Qur’an di pendapa bupati, (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)
Kamis, 23 Mei 2019 - 23:38

TIMESINDONESIA, BONDOWOSOBupati Bondowoso Drs KH Salwa Arifin menjelaskan, bahwa akhir-akhir ini, banyak kekerasan yang berkedok Al-Qur'an.

Hal itu, disampaikannya dalam acara peringatan Nuzulul Qur’an 1440 H, yang diselenggarakan oleh Pemkab Bondowoso, Polres dan Kodim 0822, di Pendapa Bupati, Kamis (23/5/2019) malam.

nuzulul-quran.jpg

Tampak hadir dalam kesempatan peringatan Nuzulul Qur'an itu, Kapolres Bondowoso AKBP Febriansyah, Dandim 0822 Letkol Inf Tarmuji, Kajari, Pj Sekda, tokoh agama, Kepala OPD, Kapolsek, Camat, penggerak PKK, dan masyarakat secara umum.

Dalam kesempatan itu, bupati yang juga seorang kiai tersebut mengambil contoh kekisruhan yang terjadi di Jakarta, pada tanggal 22 Mei kemarin.

“Sekarang banyak yang mengerti Al Quran, tapi Al Qur’an tidak dijadikan imam. Sekarang banyak kekerasan berkedok Al Quran, fitnah bekedok Al Quran,” katanya.

nuzulul-quran-b.jpg

Dia juga mengaku prihatin atas kericuhan yang terjadi di Ibu Kota Jakarta. Namun demikian, pihaknya bersyukur karena Kabupaten Bondowoso tetap aman dan kondusif.

“Keamanan di Bondowoso ini, berkat kerja sama TNI Polri. Terima kasih kepada pak Kapolres Bondowoso dan pak Dandim 0822,” kata bupati dalam acara yang juga dihadiri seluruh Forkopimda tersebut.

Bupati juga memaparkan, keamanan menjadi sesuatu yang sangat penting dalam suatu daerah. Menurutnya, tanpa ada keamanan, program apapun dalam suatu pemerintahan tidak akan berjalan.

“Makanya, yang diminta Nabi Ibrahim Alaihissalam, saat berdoa, meminta agar negerinya menjadi negeri yang aman,” jelasnya. 

Bupati juga mengimbau, agar masyarakat betul-betul mengamalkan isi A -Qur’an, karena dengan demikian akan mampu menjadi pribadi yang lebih baik.

“Jadikanlah Al Qur’an imam. Maka kita akan hidup tentram. Ketika Al Qur’an ditaruh di belakang, maka kita akan menjadi orang yang celaka,” jelasnya.

Dengan peringatan Nuzulul Qur’an, dia berharap masyarakat menjadi betul-betul mampu menjalankan isi Al Qur’an.

“Segala ungkapan dan tindakan harus sesuai dengan Al Qur'an. Melaksanakan apa yang semua diperintahkan Al Qur’an,” imbau Bupati Bondowoso.(*)

Jurnalis : Moh Bahri
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Sumber : TIMES Bondowoso

Komentar

Loading...
Registration