Kamis, 19 September 2019
Peristiwa - Daerah

Cegah Kanker Rahim dengan Pemberdayaan Masyarakat

Cegah Kanker Rahim dengan Pemberdayaan Masyarakat Tim Dewan Juri tingkat Nasional Evaluasi IVA 2019 ketika meninjau Desa Bimomartani Kecamatan Ngemplak, Sleman, Kamis (23/5/ 2019). (FOTO: Dwijo Suyono/TIMES Indonesia)
Kamis, 23 Mei 2019 - 21:07

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Salah satu penyakit yang saat ni menjadi momok di kalangan masyarakat terutama pada perempuan adalah penyakit kanker rahim atau kanker servik.

Sebenarnya, kanker ini bukan termasuk kanker yang memiliki sifat agresif atau ganas. Namun, bila dibiarkan akan menjadi gangguan dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari.

“Jadi, ibu-ibu harus waspada terhadap penyakit kanker rahim. Jangan lupa dan jangan malu-malu untuk periksakan diri untuk mencegah kanker rahim,” kata Lakshmi Widyastuti, anggota Tim Dewan Juri tingkat Nasional Evaluasi pelaksana terbaik pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) 2019 saat meninjau Desa Bimomartani Kecamatan Ngemplak, Sleman, Kamis (23/5/2019).

Kegiatan evaluasi ini dilakukan secara nasional dan berjenjang. Nah, Desa Bimomartani, Ngemplak, Sleman ini merupakan salah satu finalis yang akan maju pada tingkat nasional pada Juli yang akan datang di Kota Padang.

Lakshmi menambahkan, program pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) merupakan kegiatan edukasi kepada masyarakat terutama kaum ibu tentang pentingnya deteksi dini kanker servik. Ia meminta kepada kaum hawa tidak malu untuk memeriksakan diri ke dokter.

“Semoga dengan adanya kompetisi tingkat nasional ini mampu menambah motivasi bagi para ibu di Indonesia untuk dapat lebih sadar tentang pentingnya pemeriksaan dini kanker servik ini,” terang Lakshmi.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan, peran Tim Penggerak PKK menjadi sangat sentral dalam memberikan edukasi tentang kanker servik kepada kalangan perempuan di Sleman.

“Kabupaten Sleman memang menerapkan konsep pemberdayaan masyarakat dan Desa Bimomartani ini menjadi salah satu role model untuk deteksi dini kanker servik dan kanker payudara,” kata Sri Purnomo.

Kabid P2 Dinas Kesehatan Sleman dr Novita mengatakan, pemeriksaan dini dengan metode  Inspeksi Visual Asam Asetat adalah pemeriksaan untuk melihat servik. Apakah ada kanker servik atau tidak dan pemeriksaan dilakukan pemeriksaan 1 sampai 3 tahun sekali.

“Saat ini kesadaran para masyarakat terutama kaum ibu sudah cukup tinggi. Hal ini tidak lepas dari keinginan ibu-ibu untuk mengetahui lebih banyak tentang kesehatan reproduksi,” kata Novita.

Novita menerangkan, munculnya kanker rahim disebabkan berbagai hal. Seperti, sering berganti pasangan seksual, pengaruh alkohol, dan hubungan sexual yang dilakukan di bawah usia 18 tahun.

“Jadi, ibu-ibu harus berhati-hati. Dinas Kesehatan Sleman bersama TP PKK akan terus mengampanyekan pentingnya melakukan pemeriksaan untuk deteksi dini kanker rahim,” terang Novita. (*)

Jurnalis : Dwijo Suyono
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : TIMES Yogyakarta

Komentar

Registration