Minggu, 22 September 2019
Glutera News

Waspadai Jika Proses Ekskresi dalam Tubuh Tidak Berjalan Normal

Waspadai Jika Proses Ekskresi dalam Tubuh Tidak Berjalan Normal FOTO: Glutera
Kamis, 23 Mei 2019 - 15:13

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Pada dasarnya, zat sisa hasil metabolisme harus segera dikeluarkan dari dalam tubuh. Bila tidak segera dikeluarkan, zat limbah ini akan menumpuk di dalam tubuh dan menimbulkan beragam penyakit. Proses mengeluarkan zat sisa ini dikenal dengan *proses ekskresi*. Ada beberapa sistem organ yang berperan dalam terjadinya ekskresi ini.

Proses pengeluaran zat-zat sisa hasil metabolisme dari dalam tubuh mencakup pengeluaran urine, feses, pernapasan, dan keringat. Sistem yang mengatur pengeluaran zat ini dinamakan sistem ekskresi.

Organ-Organ yang Berperan dalam Sistem Ekskresi

Terdapat serangkaian organ tubuh yang terlibat secara langsung dalam pengeluaran zat sisa ini. Berikut beberapa organ tubuh yang memiliki fungsi dalam proses ekskresi.

1. Ginjal

Ginjal merupakan salah satu organ utama di dalam proses pengeluaran zat-zat yang tidak dibutuhkan tubuh. Ginjal berperan dalam memroses sekitar 190 liter darah untuk mendapatkan kurang lebih dua liter produk limbah dan cairan ekstra yang harus dibuang.

Limbah dan cairan ekstra ini kemudian diproses menjadi urine yang selanjutnya dialirkan menuju kantong kemih melalui saluran ureter. Di kantong kemih, urine akan terkumpul hingga akhirnya penuh dan harus dikeluarkan. Dalam prosesnya ke luar tubuh, urine melewati saluran kemih.

Ginjal juga dilengkapi dengan kemampuan membedakan zat mana yang masih berguna dan tidak berguna. Jadi, selain menyaring limbah dan kelebihan cairan, ginjal juga mengembalikan zat-zat yang masih dibutuhkan tubuh.

Ginjal akan menyortir bahan-bahan kimia yang bermanfaat, seperti natrium, fosfor, dan kalium, untuk dikembalikan ke dalam sirkulasi tubuh.

2. Hati

Organ lain yang tidak kalah pentingnya dalam sistem ekskresi adalah hati. Organ ini berperan dalam metabolisme karbohidrat, protein, dan lemak. Di sinilah terjadi proses pengubahan nutrisi dari makanan menjadi zat-zat yang akan digunakan dalam metabolisme. Hati juga menjadi tempat penyimpanan zat-zat yang dibutuhkan tubuh.

Hati yang merupakan organ terbesar di dalam tubuh manusia ini juga berfungsi untuk mengambil zat-zat racun. Zat-zat yang berbahaya tersebut kemudian akan diubah menjadi zat yang aman bagi tubuh. Selain mengubah menjadi zat yang aman, hati akan memastikan bahwa zat-zat tersebut dikeluarkan dari dalam tubuh.

3. Kulit

Dalam sistem ekskresi, kulit berperan dalam mengeluarkan keringat melalui kelenjar keringat yang tersebar di seluruh bagian tubuh. Salah satu tujuan keluarnya keringat adalah untuk menjaga suhu tubuh agar tetap stabil. Saat tubuh kepanasan, maka kulit akan mengeluarkan dan menguapkan keringat. Dengan cara inilah suhu tubuh akan didinginkan secara perlahan-lahan.

4. Usus Besar

Jika semua organ di atas berperan dalam mengeluarkan cairan dari tubuh, maka usus besar bertugas menyalurkan limbah tubuh dalam bentuk yang lebih padat, yaitu feses. Semua limbah dari seluruh tubuh akan dikumpulkan di dalam usus besar sebelum dikeluarkan melalui anus. Bagian ujung dari usus besar juga memiliki fungsi melakukan penyerapan kembali cairan dari sisa pencernaan makanan.

Berbagai masalah akan timbul saat *proses ekskresi* tidak berjalan dengan benar. Maka dari itu, jagalah kesehatan organ-organ di atas agar dapat terus berfungsi dengan baik. Jika memiliki gejala terkait fungsi organ-organ di atas, jangan segan  untuk berkonsultasi ke dokter. (*)

Jurnalis :
Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

Komentar

Registration