Peristiwa - Daerah

Dugaan Korban Penipuan Travel Haji Umrah di Probolinggo Lapor Polisi

Dugaan Korban Penipuan Travel Haji Umrah di Probolinggo Lapor Polisi Para korban dugaan penipuan travel haji dan umroh abal-abal melapor ke Mapolresta Probolinggo. (FOTO: Happy L. Tuansyah/TIMES Indonesia)
Kamis, 23 Mei 2019 - 13:47

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Puluhan jamaah haji dan umrah di Kota Probolinggo, Jawa Timur kesal. Lantaran ada indikasi dicurangi oleh pihak travel. Jamaah yang kesal pun ramai-ramai mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Probolinggo. Guna melaporkan dugaan penipuan travel Haji dan Umroh abal-abal.

Sebelumnya, jemaah haji dan umroh yang merasa tertipu ini, mendapatkan tawaran menggiurkan. Dari salah satu travel haji dan umroh di Kota Probolinggo. Penawaran itu terjadi sekitar tahun 2012 silam. Dimana salah satu penyedia jasa travel haji dan umroh berinisial M-D-W, mencari calon jemaah untuk berangkat melalui biro jasanya.

Untuk calon jemaah haji plus, saat itu biayanya hanya ditarik sekitar Rp 35 juta saja. Namun tak lama berselang, ketika dollar amerika mengalami kenaikan, calon jemaah kembali ditarik uang sebesar Rp 35 juta. Sehingga total untuk haji plus, biayanya mencapai Rp 70 juta. Sementara untuk jemaah umroh, biayanya ditarik sebesar Rp 35 juta.

“Tidak ada kabar sampai sekarang, malah yang bersangkutan pamer mobil baru di akun facebook-nya. Kami kontak juga tidak bisa,” kata salah satu korban, Ny. Djatmiko, Kamis (23/5/2019).

Namun hingga saat ini, atau tujuh tahun berselang, tidak ada kontak antara penyedia jasa yang dimaksud. dengan para calon jemaah yang terkatung-katung menunggu kepastian berangkat. berdasarkan keterangan korban, sedikitnya ada 49 orang calon jemaah yang masuk daftar pada M-W-D. Namun yang berhasil saling kontak dan berkomunikasi, baru sekitar 19 orang saja.

“Kami sudah geram dengan tindakan penyedia jasa yang seolah-olah menghilang. Karena tidak ada tanda – tanda itikad baik, kami laporkan saja ke Polresta Probolinggo,” timpal korban yang lain, Sudarmanto.

Para calon jemaah yang menjadi korban dugaan penipuan ibadah haji dan umroh dengan biaya murah ini berharap, uang mereka kembali. Atau paling tidak, bisa tetap berangkat menunaikan ibadah ke tanah suci. Saat ini Unit II Tipidter Satreskrim Polresta Probolinggo, masih melakukan penyelidikan atas laporan dugaan penipuan travel Haji dan Umroh abal-abal di Kota Probolinggo ini. (*)

Jurnalis : Happy L. Tuansyah
Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Probolinggo

Komentar

Loading...
Registration