Senin, 16 September 2019
Kopi TIMES

Pendidikan Karakter menuju Pendidikan Bermoral dan Berakhlaq

Pendidikan Karakter menuju Pendidikan Bermoral dan Berakhlaq Kukuh Santoso, Dosen FAI Unisma. (Grafis: TIMES Indonesia)
Kamis, 23 Mei 2019 - 12:16

TIMESINDONESIA, MALANGSETELAH urgensi pendidikan karakter dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah menjadi nyata dan jelas dengan uraian-uraian di muka, bagian in bermaksud mempertegas konsep pendidikan karakter yang belum dijelaskan secara eksplisit.

Sepintas lalu tiga terminologi di atas seperti bermakna sama. Namun ternyata diselidik dari akar filosofis, kesan yang terkandung dan aplikasinya ketiga terminologi tersebut memiliki perbedaan yang karenanya harus dibedakan. Terminologi Pendidikan moral (moral education) dalam dua dekade terakhir secara umum digunakan untuk menjelaskan penyelidikan isu-isu etika di ruang kelas dan sekolah. Setelah itu nilai-nilai pendidikan menjadi lebih umum.

Pengajaran etika dalam pendidikan moral lebih cenderung pada penyampaian nilai-nilai yang benar dan nilai-nilai yang salah. Sedangkan penerapan nilai-nilai itu dalam kehidupan pribadi, keluarga, dan masyarakat tidak mendapat porsi yang memadai.

Dengan kata lain, sangat normatif dan kurang bersinggungan dengan ranah afektif dan psikomotorik siswa. Namun demikian, terminologi ini bisa dikatakan sebagai terminologi tertua dalam menyebut pendidikan yang bertujuan mengajarkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan manusia.

Berbeda dengan itu, pendidikan akhlak sebagaiman dirumuskan oleh Ibn Miskawaih dan dikutip oleh Abudin Nata, merupakan upaya ke arah terwujudnya sikap batin yang mampu mendorong secara spontan lahirnya perbuatan-perbuatan yang bernilai baik dari seseorang. Dalam pendidikan akhlak ini, kreteria benar dan salah untuk menilai perbuatan yang muncul merujuk kepada Al-Qur’an dan Sunah sebagai sumber tertinggi ajaran Islam.

Dengan demikian maka pendidikan akhlak bisa dikatakan sebagai pendidikan moral dalam diskursus pendidikan Islam. Telaah lebih dalam terhadap konsep akhlak yang telah dirumuskan oleh para tokoh pendidikan Islam masa lalu seperti Ibnu Miskawaih, Al-Qabisi, Ibn Sina, Al-Ghazali dan Al-Zarnuji , menunjukkan bahwa tujuan puncak pendidikan akhlak adalah terbentuknya karakter positif dalam perilaku anak didik. Karakter positif ini tiada lain adalah penjelmaan sifat-sifat mulia Tuhan dalam kehidupan manusia.

Jurnalis :
Editor : AJP-5 Editor Team
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber : TIMES Malang

Komentar

Registration