Ekonomi

Gubernur Khofifah: Stok Bahan Pangan Aman Jelang dan Pasca Lebaran di Jatim 

Gubernur Khofifah: Stok Bahan Pangan Aman Jelang dan Pasca Lebaran di Jatim  Gubernur Jawa Timur, Dra. Hj Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri Pertanian RI, Amran Sulaiman saat melakukan sidak di Pasar Porong Sidoarjo, Rabu, 22/5/2019(FOTO: Nasrullah/TIMES Indonesia)
Rabu, 22 Mei 2019 - 19:20

TIMESINDONESIA, SIDOARJOGubernur Jatim, Dra Hj Khofifah Indar Parawansa, bersama Menteri Pertanian RI, Amran Sulaiman, meninjau secara langsung stok bahan pangan di pasar Porong, Sidoarjo, Rabu,(22/5/2019). Khofifah menegaskan, jika stok bahan pangan jelang dan pasca lebaran aman.

Khofifah menilai, stok bahan pangan sampai saat ini, sangat aman dan cukup di wilayah Jatim menjelang dan pasca lebaran. Seperti beras, gula, minyak goreng, daging, ayam, dan telur ketersediaannya aman.

“Jadi, saya ingin menyampaikan kepada kita semua, terutama masyarakat Jatim bahan pangan pokok kita aman menjelang sampai dengan selesai lebaran,” ujar Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat mendampingi Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Porong Sidoarjo.

Khofifah-di-Sidoarjo-b.jpg

Khofifah menjelaskan, bahwa setiap melakukan sidak ke pasar, selalu menanyakan harga dan kondisi stok kepada para penjual. Kemudian, ia juga terus melakukan monitoring untuk memantau ketersediaan bahan pangan di pasar-pasar yang menjadi titik pantau BPS Jatim. Ada 25 titik pasar dari 8 kabupaten/kota di Jatim menjadi titik pantau BPS.

“Sebagai contoh tadi pagi, telah melakukan sidak ke satu pasar di Madiun. Pasar itu menjadi titik pantau BPS,” kata Khofifah.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah menyampaikan, harga cabai sempat anjlok karena over supply. Dari kebutuhan memenuhi pasar Jatim cukup 2.700 Ha, tapi ada 5.000 Ha yang ditanami cabai sehingga over supply.

Beberapa rekomendasi pun disampaikannya terkait hal tersebut. Salah satunya yakni pengusaha yang menggunakan bahan baku cabai diundang dan diminta untuk tidak menggunakan cabai kering impor.

“Lebih baik gunakan cabai yang diproduksi petani cabai Jatim. Kita juga minta kepada bupati/walikota pada saat harga cabai anjlok, saya minta tolong agar mereka melakukan aksi borong cabai dan dibagikan kepada masyarakat sekitar,” jelasnya.

Langkah jangka panjangnya yang akan dilakukan katanya, yakni Puspa Agro bisa menjadi BUMD Pangan. Sehingga dapat melakukan fungsi stabilisasi.

“Dengan Bulog, kami juga telah melakukan koordinasi ketika serapan gabah cukup rendah. Kami koordinasi dan ternyata memang ada kekurangan gudang. Misalnya, untuk bisa menyerap seluruh produk petani. Yang jelas, stok bahan pangan, aman jelang dan pasca lebaran," tegas Gubernur Jatim, Dra Hj Khofifah(*)

Jurnalis : Nasrullah
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Surabaya

Komentar

Registration