Selasa, 24 September 2019
Ekonomi

Blusukan ke Pasar, Wabup Banyuwangi: Harga Kebutuhan Pokok Stabil, Malah Turun

Blusukan ke Pasar, Wabup Banyuwangi: Harga Kebutuhan Pokok Stabil, Malah Turun Wakil Bupati Banyuwangi Sidak Harga Kebutuhan Pokok ke Beberapa Pasar Tradisional di Banyuwangi (Roghib Mabrur)
Rabu, 22 Mei 2019 - 17:43

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko melakukan inspeksi mendadak (sidak) pemantauan harga bahan kebutuhan pokok di sejumlah pasar di Banyuwangi. Dalam sidak tersebut, diketahui jika harga komoditas pangan di Banyuwangi selama Ramadhan relatif stabil. Bahkan sebagian komoditas harganya turun.

“Alhamdulillah, hingga pertengahan puasa harga masih stabil dan bahkan banyak yang turun untuk kebutuhan pokok. Seperti bawang putih, bawang merah dan lombok. Ini cukup menggembirakan,” kata Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko. Rabu,(22/05/2019).

Saat tinjau Pasar Rogojampi, Yusuf langsung berkeliling mengunjungi sejumlah kios pedagang. Yusuf yang sidak bersama Tim Pengendali Inflasi daerah (TPID), berkeliling pasar mengunjungi toko kelontong, penjual sayur mayur, hingga penjual daging. Yusuf mengecek satu persatu harga kebutuhan pokok langsung ke pedagang.

“Dari hasil pantauan, secara keseluruhan harga-harga komoditi stabil, bahkan cenderung turun. Seperti bawang putih, yang sebelum bulan puasa harganya Rp 80 ribu/kg, kini turun di kisaran Rp 25 ribu. Komoditas lain seperti bawang merah, cabe semua stabil bahkan cenderung turun,” imbuh Yusuf.  

Dari sidak tersebut, diketahui bawang merah dijual Rp 25 ribu/kg, cabe rawit Rp 10 ribu/kg, minyak goreng Rp 12,5/liter. Wabup juga berdialog dengan pedagang daging sapi, ayam  dan telur ayam buras. Di pasar tersebut, daging sapi dijual Rp 115 – 120 ribu per kilogram, daging ayam Rp 30-32 per kilogram, dan telur 21 – 23 ribu per kilogram.

Sejumlah pedagang membenarkan harga kebutuhan pokok turun. Salah satunya pedagang telur di Pasar Rogojampi yang bernama Asiyah membenarkan jika harga kebutuhan pokok memang turun. Selama bulan Ramadan, permintaan akan telur dari konsumen meningkat dua kali lipat. Dari yang biasanya dia berdagang 25 peti telur per hari, kini dia harus menyediakan stok 50 peti per harinya.

“Meski permintaan meningkat, namun harga stabil bahkan cenderung turun. Turun Rp 1.000, dari yang semula 22 ribu kini Rp 21 ribu per kilogram, padahal permintaan akan telur terus meningkat,” kata Asiyah.

Meski cenderung stabil, Wabup tetap memerintahkan jajarannya untuk fokus mengawal agar tak ada lonjakan berarti.

Kepala Bulog Subdivre V Banyuwangi, David Susanto menambahkan, untuk menjaga stabilitas harga, pihaknya akan terus menggelar operasi pasar (OP) hingga menjelang Lebaran nanti. Saat ini, OP digelar di tiga titik bareng dengan Dinas Peridustrian dan Perdagangan Banyuwangi.  

“Operasi terus kita gelar keliling Banyuwangi. Selain juga tentatif, kalau ada warga yang meminta untuk mengadakan pasar murah di arealnya, kita siap buka di sana,” katanya.

Khusus stok beras, di gudang Bulog saat ini ada 52 ribu ton beras. Jumlah ini, kata David, bisa mencukupi stok hingga enam bulan ke depan karena bulan Juni, Banyuwangi memasuki musim panen padi.

“Untuk beras dijual dengan harga Rp. 9.000 per kilogram. Bahkan di pasaran banyak ditemui harga beras di bawahnya. Kita juga ada stok komoditas lainnya yang cukup untuk kebutuhan Lebaran. Seperti gula pasir kita jual Rp 11 ribu, minyak goreng  Rp. 10.500/liter, gula pasir Rp. 11.000/kg, tepung terigu Rp.8.500/kg,” pungkas David.

Selain di Pasar Rogojampi, Wabup juga melakukan pengecekan harga kebutuhan pokok di Pasar Srono, Banyuwangi. (*)

Jurnalis : Roghib Mabrur
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Banyuwangi

Komentar

Registration